Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Hari Ke-174: Putin Jadwalkan Referendum 4 Wilayah Ukraina, Target Pencaplokan
Kondisi terkini perang Selasa (16/8/2022): Rusia akan mereferendum 4 wilayah Ukraina hingga Zelenskyy kecam penyerangan di PLTN Zaporizhzhia.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang yang antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Selasa (16/8/2022) terhiting telah berlangsung 174 hari lamanya.
Kabar terbaru di antaranya adalah Rusia berencana melakukan referendum di 4 wilayah Ukraina hingga Kyiv mengecam penembakan di PLTN Zaporizhzhia.
Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Putin menyebut invasi tersebut sebagai 'operasi militer khusus' untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Hari Ke-173: Rusia Perluas Kerja Sama Korut hingga Kapal Gandum Ukraina Siap ke Afrika
Konflik yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut hingga kini masih berlangsung dan belum tampak akan berakhir.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut bahwa perang Rusia-Ukraina dapat berlanjut selama beberapa tahun.
Kabar Terkini Perang Rusia vs Ukraina
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-174 perang Rusia dengan Ukraina:
- Pejabat Ukraina dan Rusia melaporkan penembakan di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia, pada Senin (15/8/2022) dengan kedua belah pihak saling menyalahkan.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari 172: Zelenskyy Ancam Targetkan Pasukan Putin di PLTN Zaporizhzhia
Sebagaimana diketahui PLTN Zaporizhzhia merupakan PLTN terbesar di Eropa.
Seorang pejabat regional yang ditempatkan di Rusia mengatakan 25 serangan artileri berat dari howitzer M777 buatan Amerika Serikat menghantam dekat PLTN dan daerah pemukiman.
Ukraina mengatakan itu adalah perbuatan pasukan Rusia yang telah menembaki kota itu untuk mencoba membuatnya tampak bahwa Ukraina sedang menyerangnya.
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan tindakan di PLTN Zaporizhzhia dengan mendesak dunia untuk tidak “kalah dengan terorisme” atau “menyerah pada pemerasan nuklir".
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-170: Zelenskyy Sentil Pejabat yang Beberkan Strategi Militer
"Jika sekarang dunia tidak menunjukkan kekuatan dan ketegasan untuk mempertahankan satu tenaga nuklir stasiun, itu berarti dunia telah hilang, ”kata Zelenskyy dalam pidato malamnya.
“Jika tindakan Rusia menyebabkan bencana, konsekuensinya juga dapat menimpa mereka yang tetap diam sejauh ini.” lanjutnya.
- Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan Sekjen PBB Antonio Guterres membahas situasi keamanan PLTN Zaporizhzhia melalui telepon pada Senin, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.
Rusia sebelumnya mengatakan akan memfasilitasi misi IAEA ke PLTN Zaporizhzhia di tengah peringatan dari badan nuklir PBB tentang bencana nuklir kecuali pertempuran berhenti.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari 169: Pasukan Putin Luncurkan Roket dari PLTN Zaporizhia, 13 Tewas
- Tetapi seorang diplomat senior Rusia mengatakan bahwa misi IAEA semacam itu tidak dapat melewati Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dan melalui garis depan karena terlalu berbahaya, menurut kantor berita Rusia.
PBB mengatakan memiliki kapasitas logistik dan keamanan untuk mendukung kunjungan para ahli.
- Sejumlah 5 orang Eropa diadili atas tuduhan tentara bayaran di Donetsk, Ukraina yang dikuasai separatis.
Mathias Gustafsson dari Swedia, Vjekoslav Prebeg dari Kroasia, dan warga Inggris John Harding, Andrew Hill dan Dylan Healy mengaku tak bersalah atas tuduhan menjadi tentara bayaran.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-168: Zelenskyy Bersumpah Bebaskan Krimea yang Dicaplok Putin
Mereka mengaku "melakukan pelatihan untuk merebut kekuasaan dengan paksa", menurut laporan media Rusia.
Kelima orang tersebut terancam hukuman mati di bawah hukum Republik Rakyat Donetsk yang telah memproklamirkan diri namun tidak diakui.
- Sejumlah 3 warga sipil tewas dan 2 orang terluka akibat alat peledak saat berenang di Laut Hitam di wilayah selatan Ukraina, Odesa, kata polisi setempat.
Orang-orang yang bekerja di lokasi konstruksi dilaporkan mengabaikan penghalang dan tanda peringatan di pantai di Distrik Belhorod-Dnistrovskyi dan berenang di laut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-167: AS Kirimkan 4,5 Miliar Dolar ke Kyiv untuk Lawan Moskow
Tiga korban tewas merupakan pria yang masing-masing berusia 25, 32 dan 53 tahun.
Sedangkan seorang pria dan seorang wanita terluka, kata polisi.
- Militer Inggris melatih 10.000 tentara Ukraina dalam keahlian menembak, pertolongan pertama di medan perang, dan perang kota.
Tujuan pelatihan dari Inggris kepada Ukraina ini adalah untuk mengubah rekrutan mentah menjadi tentara siap tempur dalam hitungan minggu.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-166: PBB Peringatkan Potensi Bencana Nuklir Imbas Serangan PLTN
Batch pertama tiba bulan lalu dan telah dikirim kembali untuk mengisi kembali unit Ukraina yang habis.
Kanada, Belanda, Selandia Baru dan negara-negara Nordik juga telah mengirim pelatih.
- Pemerintah yang ditunjuk Moskow di wilayah Kherson, Ukraina berencana untuk mengadakan referendum pada 11 September, menurut sumber-sumber Kremlin.
Referendum juga direncanakan di tiga wilayah Ukraina lainnya antara lain Donetsk, Luhansk dan Zaporizhzhia.
Di mana Moskow bertujuan untuk mencaplok ketiga wilayah tersebut dan mendeklarasikannya sebagai wilayah baru Rusia.
- Parlemen Ukraina telah memperpanjang darurat militer selama 3 bulan lagi.
(TribunnewsSultra.com/Nina Yuniar)