Sabtu, 11 April 2026

Penembakan Polisi

Begini Cara Polisi Bujuk Bharada E agar Mengaku soal Peran Ferdy Sambo di Pembunuhan Brigadir J

Berikut upaya polisi untuk membujuk Bharada E agar mengungkap misteri kematian Brigadir J dalam kasus penembakan di rumah Ferdy Sambo.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
zoom-inlihat foto Begini Cara Polisi Bujuk Bharada E agar Mengaku soal Peran Ferdy Sambo di Pembunuhan Brigadir J
YouTube Kompas TV
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto di Mabes Polri. Komjen Pol Agus mengungkap cara penyidik polisi membujuk tersangka Bharada E untuk mengungkap kebenaran terkait misteri kematian Brigadir J dalam kasus penembakan di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Terungkap cara penyidik polisi dalam membujuk Richard Eliezer alias Bharada E untuk berkata jujur terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Bharada E yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J telah mengungkapkan kronologi sebenarnya dari kasus penembakan di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Sebelum akhirnya membuka misteri kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, tim penyidik Polri membujuk Bharada E.

Yakni dengan mendatangkan orangtua Bharada E.

Baca juga: Pengakuan Bharada E soal Kasus Brigadir J Berubah, Komnas HAM: Paling Bagus Di-crosscheck CCTV

Hal itu diungkapkan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Dalam kesempatan itu, Bharada E diminta untuk tak menanggung kesalahan atas kasus pembunuhan Brigadir J sendiri lantaran beratnya ancaman hukuman.

"Kasih orangtuanya didatangkan adalah upaya untuk membuat dia (Bharada E) tergugah bahwa ancaman hukumannya cukup berat jadi jangan tanggung sendiri," ungkap Komjen Polr Agus seperti dilansir TribunnewsSultra.com dari kanal YouTube KompasTV.

Upaya itu tampaknya membuat Bharada E tersadar hingga akhirnya memberikan pengakuan bahwa ia bukan merupakan tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini.

Baca juga: Tak Ada Saling Tembak, Bharada E Ungkap Senjata Brigadir J Dipakai untuk Tembak Jari Tangan Korban

"Sehingga dia secara sadar membuat pengakuan," kata Komjen Pol Agus.

Komjen Pol Agus mengungkapkan fakta tersebut sebab kesal kepada pengacara Bharada E yang baru yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin.

Deolipa Yumara - Muhammad Burhanuddin - Komjen Pol Agus. Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyebut tim pengacara Bharada E yang baru yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin tidak fair karena mengungkapkan informasi hasil penyidikan tim kepolisian ke publik.
Deolipa Yumara - Muhammad Burhanuddin - Komjen Pol Agus. Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyebut tim pengacara Bharada E yang baru yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin tidak fair karena mengungkapkan informasi hasil penyidikan tim kepolisian ke publik. (YouTube Kompas TV)

Menurut Komjen Pol Agus, kedua pengacara tersebut telah mengungkapkan informasi terkait pengakuan Bharada E seolah-olah itu didapatkan dari kinerja mereka.

"Bukan karena pengacara itu, dia (Bharada E) mengaku, karena apa yang dilakukan oleh penyidik, timsus," jelas Komjen Pol Agus.

Baca juga: Ternyata Ini yang Dilakukan Bharada E sebelum Putuskan Untuk Buka Fakta Kematian Brigadir J

Komjen Pol Agus menyebut tindakan tim pengacara Bharada E tersebut tidak fair bagi penyidik Tim Khusus Polri yang telah bekerja untuk mendapatkan pengakuan baru tersebut.

"Jadi jangan orang tiba-tiba ditunjuk sebagai pengacara untuk mendampingi pemeriksaan terus dia ngoceh di luar, seolah-olah pekerjaan dia, ini kan enggak fair," tegasnya.

Adapun Bharada E mengaku tidak ada baku tembak antara dia dengan Brigadir J seperti yang disampaikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved