Berita Baubau

355 Narapidana Lapas Kelas II A Baubau Sulawesi Tenggara Diusulkan Dapat Remisi Hari Kemerdekaan RI

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengusulkan 355 narapidana (napi) untuk mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan RI.

TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin
Kepala Lapas Kelas ll A Kota Baubau Herman Mulawarman. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengusulkan 355 narapidana (napi) untuk mendapatkan remisi Hari Kemerdekaan RI.

Kabar remisi tersebut merupakan hal yang sangat dinantikan oleh para narapidana, mengingat akan mendapatkan kemudahan masa hukuman pada 17 Agustus 2022 mendatang.

"Khusus Lapas Kelas II A Baubau tahun ini sementara berproses pengusulan warga binaan yang akan mendapatkan remisi," ucap Kepala Lapas Kelas ll A Kota Baubau Herman Mulawarman, Rabu (10/8/2022).

Ia menyebutkan, sedikitnya 355 warga binaan Lapas Kelas II A Baubau diusulkan oleh pihaknya untuk mendapatkan remisi HUT RI ke-77.

Kata dia, tahapan pengusulan tersebut sudah sesuai aturan yang berlaku dan saat ini warga binaan sudah diusulkan di Kementrian Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Baca juga: Warga Binaan Lapas Baubau Dilatih Buat Pupuk dan Budidaya Tanaman Sayur, Tingkatkan Kualitas SDM

"Tentunya yang diusulkan sudah melalui hasil pengamatan Lapas Kelas II A Baubau," jelas Herman Mulawarman.

Herman menjelaskan, remisi ini diberikan sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan oleh Kementerian dan Pemerintah.

Jadi khusus untuk Lapas Kelas II A Baubau sudah membuat usulan persiapan diusulkan ke Kementerian dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan agar mendapatkan surat keputusan remisi.

"Pastinya remisi kami berikan untuk seluruh narapidana yang sudah memenuhi syarat atau ketentuan berlaku enam bulan menjalani pidana sehingga dia sudah berhak mendapatkan remisi," jelasnya.

Kata dia, narapidana tersebut secara administratif dan subtansinya berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman di dalam Lapas Kelas II A Kendari.

Baca juga: Kemenkumham Sultra Latih Warga Binaan Lapas Kelas II A Kendari Keterampilan Pertukangan dan Bengkel

Selain itu, syarat subtantif lengkap dia mengikuti peraturan-peraturan di dalam terkait dengan kegiatan, pembinaan dan tidak membuat kegaduhan atau mengendalikan narkoba.

"Dari 355 warga binaan yang kami usulkan untuk mendapatkan pengurangan masa hukuman tersebut terdiri dari dua, pertama napi yang mendapatkan usulan remisi satu dan remisi usulan dua," ujarnya.

Napi yang paling dominan mendapatkan remisi ini, yaitu mereka yang melakukan kasus pidana umum sedangkan dibanding dengan napi yang mendapatkan pidana khusus agak kurang.

"Memang kasus-kasus yang mendapatkan remisi ini mayoritas pidana umum khusus narkoba sekitar sebanyak lima puluhan orang kalau kasus korupsi tiga bahkan sampai empat orang," kata Herman. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved