Berita Konawe
Mahasiswa Unilaki Datangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Sulawesi Tenggara
Mahasiswa Universitas Lakidende (Unilaki) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (8/8/2022).
Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Mahasiswa Universitas Lakidende (Unilaki) mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (8/8/2022).
Kedatangan puluhan mahasiswa ini untuk mempertanyakan kejelasan penyaluran dana beasiswa di Unilaki Konawe.
Di mana, sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menjalin kerja sama dengan Unilaki untuk menyalurkan beasiswa sebesar Rp250 juta pada Desember 2021.
"Sampai detik ini belum diserahkan oleh pemerintah kepada pihak kampus," tulis mahasiswa dalam pernyataan sikapnya.
Puluhan mahasiswa ini kemudian diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Dr Suriyadi.
Baca juga: Momen 6 Bocah SD di Konawe Selatan Nangis saat Sunatan Massal Digelar Mahasiswa Kesmas UHO Kendari
Kedua belah pihak kemudian berdialog di ruangan kerja Dr Suriyadi, lantas mengatakan kerja sama ini dimulai pada tahun 2020 dan terlaksana tahun 2021.
"Untuk 2022 ini penganggarannya didiskusikan pada tahun 2021. Oleh karena itu, ini tahap kedua," kata Dr Suriyadi.
Kepala Dinas Dikbud Konawe menyebut, tahap kedua ini jumlah beasiswa naik menjadi Rp250 juta dari sebelumnya Rp125 juta.
"Anggaran sebesar Rp125 juta itu untuk 60 mahasiswa, kalau Rp250 juta berarti di atas 60 orang," sebutnya.
Dr Suriyadi menjelaskan, ada misinformasi antara pihak Dinas Dikbud Konawe dengan mahasiswa Unilaki.
Baca juga: Dispar Sultra Sebut Gua Tengkorak Matarombeo Konawe Utara Hanya Bisa Dikunjungi Peneliti
Kata di, pada dialog sebelumnya, mahasiswa Unilaku diterima oleh Sekretaris Dinas (Sekdis) Dikbud Konawe.
"Ibu Sekdis mengatakan bahwa dana itu tinggal mau diserahkan, berarti kan sudah ada. Ternyata beliau salah mempersepsikan apa yang saya sampaikan," jelasnya.
Dana tersebut, kata Suriyadi, ada pada perubahan anggaran. Pasalnya, pada anggaran tahun 2022 ada kesalahan teknis penginputan hanya Rp50 juta.
"Terealisasi Rp50 juta. Rp50 juta itu kami sepakati bersama pihak Unilaki untuk tidak menerima itu, dikembalikan saja nanti sekalian klop (sesuai yang seharusnya) di perubahan," pungkasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)