Berita Sulawesi Tenggara
Momen 6 Bocah SD di Konawe Selatan Nangis saat Sunatan Massal Digelar Mahasiswa Kesmas UHO Kendari
Ada momen 6 bocah SD di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menangis saat mengikuti sunatan massal yang digelar Mahasiswa Kesmas UHO Kendari.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Risno Mawandili
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/2-Moramo-Konsel-7-Agustus-2022.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Ada momen ketika 6 bocah sekoah dasar (SD) di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), menangis saat mengikuti sunat massal yang digelar mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.
Adapun mahasiswa Kesmas UHO Kendari menggelar sunatan massal gratis di SD Negeri 12 Moramo, Desa Lamboo, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sultra, Minggu (7/8/2022).
Mahasiswa dari kampus ternama di Kota Kendari, Provinsi Sultra tersebut, menggandeng yayasan Donactive Peduli Indonesia.
Baca juga: Ibu-ibu PBB Sulawesi Tenggara Dilatih Public Speaking, Ruksamin Tingkatkan Kualitas Pengurus Parpol
Baca juga: Sosok Lisa Stasya, Mahasiswi UM Kendari Sultra Raih Medali Emas Kejurnas IBCA MMA 2022
Kegiatan ini merupakan salah satu program pada Pengalaman Belajar Lapangan (PBL), tepatnya dilaksanakan oleh Mahasiswa Kesmas UHO PBL Kelompok 19.
Koordinator Mahasiswa PBL kelompok 19, Irwansyah mengatakan, kegiatan kolaboratif ini mulai digelar pada pukul 10.40 hingga 16.00 Wita.
Irwan menjelaskan, sunatan massal ini merupakan pengabdian kepada masyarakat.
Awalnya mereka menargetkan 15 anak akan mengikuti sunatan massal.
Faktanya, hanya ada 18 anak yang mendaftarkan diri.
"Alhamdulillah untuk kegiatan hari ini berlangsung dengan baik, kita mulai pukul 10.40 - 16.0 Wita, dengan sebanyak 12 anak," jelasnya.
Dijelaskan bahwa prosesi sunatan massal berjalan sukses.
Sayangnya, ada 6 orang anak yang tidak jadi disunat.
Pada suatu momen, 6 orang anak tersebut menolak disunat bahkan menangis.
"Yang daftar 18 anak, 6 orang gagal karena menangis mau pulang, yang 12 nya aman," jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)