Berita Kendari

Empat Kelurahan di Kendari Sultra Target IBM KOTAKU Pembangunan Drainase Lingkungan

empat kelurahan di Kendari Sulawesi Tenggara mendapat bantuan pembangunan Drainase Lingkungan dalam program Infrastruktur Berbasis IBM Kota Tanpa Kumu

(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Empat kelurahan di Kota Kendari Sulawesi Tenggara mendapat bantuan pembangunan Drainase Lingkungan dalam program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), diantaranya Kelurahan Rahandouna, Kelurahan Anggoeya, Kelurahan Wua-wua dan Kelurahan Pondambea. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak empat kelurahan di Kota Kendari Sulawesi Tenggara mendapat bantuan pembangunan Drainase Lingkungan dalam program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). 

Empat kelurahan tersebut diantaranya Kelurahan Rahandouna, Kelurahan Anggoeya, Kelurahan Wua-wua dan Kelurahan Pondambea.

Pembangunan drainase lingkungan tersebut merupakan bantuan dari dana BPM atau Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat.

Kali ini, pelaksanaan pembangunan drainase baru dilakukan di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia, dengan luas lahan kumuh 7.277 meter.

Baca juga: Daftar Desa di Konawe Sultra Belum Punya Kode Wilayah, Berpotensi Konflik saat Pemilu 2024

Dengan rincian kebutuhan infrastruktur seperti Jalan Lingkungan dengan luas 300x3 meter menggunakan dana sebesar Rp338.290.000 dan drainase lingkungan 450x0,6 meter menggunakan anggaran sebesar Rp374.210.000.

Pelaksanaan pembangunan drainase lingkungan ditandai dengan peletakan baru pertama dilakukan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, dilanjutkan Wali Kota Kendari dan perwakilan Kementrian PUPR, Jumat (5/8/2022).

Ridwan Bae mengatakan melalui program infrastruktur berbasis masyarakat ini akan menangani permasalah kawasan kumuh, tidak hanya di Kota Kendari melainkan di seluruh Sulawesi Tenggara.

"Tahun ini hanya 5 kelurahan, 4 di Kota Kendari dan 1 di Kabupaten Kolaka. Nah di Kota Kendari misalnya, penanganan tersebut sudah banyak, seperti di Bungku Toko, di Lapulu dan beberapa Kelurahan lainnya di Sultra," jelasnya.

Baca juga: Paskibraka Kota Kendari Mantap Bertugas di Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih 17 Agustus 2022

Ia berharap Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan masyarakat bisa bekerja sama dan mengupayakan pengerjaan ini segera selesai. Sehingga perumahan bebas kumuh bisa terwujud.

"Semoga sebelum musim hujan turun di Tahun 2022 ini sudah selesai, agak tidak terhambat dan bisa dinikmati, semua saluran air berjalan dengan benar, tidak ada lagi yang tertinggal atau terjadi sumbatan," bebernya.

Selain perbaikan infrastruktur, ia juga berharap sifat-sifat masyarakat dalam hal ini agar tidak lagi berpikir atau berbuat menimbulkan kekumuhan. Seperti membuang sampah sembarangan. Kemudian membangun komunikasi aktif pada masyarakat.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan pihaknya sangat berterima kasih atas kehadiran dan perhatian dari DPR khususnya Komisi V DPR RI terkait turut berpartisipasi dalam perbaikan lingkungan dan kawasan di Kota Kendari.

Sebab bukan hanya kali ini saja bantuan dan perhatian diterima, namun sudah sejak 2018 yang diberikan secara bertahap, baik skala lingkungan maupun skala kawasan.

Baca juga: Pemkot Tingkatkan Kelas Pasar Tani di Kendari, Pertama di Sulawesi Tenggara Pakai Pembayaran Digital

"Karena bentuk perhatian dan keseriusan pak Ridwan Bae yang memperhatikan masyarakat kita, detail betul bapak tahu wilayah kita di kota Kendari. Saya kira bentuk perhatian ini harus disambut baik oleh masyarakat," ujarnya.

Diharapkan dengan selesainya program ini, sebelum musim penghujan masyarakat bisa terbebas dari kendala-kendala banjir yang selama ini dihadapi.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved