Berita Kendari

Sebanyak 1.716 Mahasiswa UHO Kendari Resmi Diwisuda, Ini Pesan Rektor Prof Muhammad Zamrun

Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti prosesi wisuda tahun 2022, sebanyak 1.716 periode April-Juli 2022

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari resmi melepas mahasiswa sebanyak 1.716 dalam acara rapat senat terbuka prosesi wisuda periode April-Juli 2022. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mahasiswa Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti prosesi wisuda tahun 2022.

Prosesi wisuda ini diikuti sebanyak 1.716 mahasiwa UHO Kendari periode April-Juli 2022.

Adapun wisudawan dan wisudawati terdiri Program Doktor, Magister, Profesi Dokter, Profesi Apoteker, Sarjana, dan Pendidikan vokasi.

Berlangsung di Spot Center UHO Kendari berlokasi di Jalan Bunga Kumala, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Prof B Kemungkinan Diganjar Sanksi Sedang, Ini Alasan Dewan Kode Etik UHO Kendari

Jumlah wisudawan tersebar dalam 15 Fakultas,1 Program Pendidikan Vokasi dan 1 Program Pascasarjana.

Pantaun TribunnewsSultra.com, wisuda ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid -19, namun tetap tampak khidmat.

Rektor UHO Kendari, Prof Dr Muhammad Zamrun Firihu berharap kepada alumni agar mendukung program Tracer Study Alumni UHO melalui pengisian data di laman tracer.uho.ac.id.

"Tracer study dijadikan sebagai salah satu indikator kinerja PT, sebagai salah satu syarat kelengkapan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)," katanya.

Baca juga: Polresta Kendari Segera Gelar Perkara Tentukan Nasib Prof B Dosen UHO yang Diduga Lecehkan Mahasiswi

Rektor juga berpesan kepada mahasiswa yang diwisuda agar tak berhenti belajar, melainkan ilmu yang didapatkan di kampus digunakan untuk kemaslahatan umat manusia.

"Belajar itu adalah sebuah peristiwa mental, sebuah proses internal yang tidak hanya melibatkan hubungan stimulus dan respon tapi lebih dari itu," ungkapnya.

"Belajar merupakan aktivitas yang melibatkan kegiatan berpikir yang kompleks dan juga dorongan mental yang dikendalikan oleh otak dan ketulusan hati untuk diniatkan membantu sesama," sambungnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved