Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-153: Himars AS Hancurkan 50 Depot Senjata Pasukan Putin
Kabar terbaru perang hari ini Selasa (26/7/2022) di antaranya adalah tentara Ukraina hancurkan 50 depot amunisi Rusia dengan Himars yang dipasok AS.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/HIMARS_1.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Selasa (26/7/2022) telah berlangsung selama 153 hari.
Kabar terbaru di antaranya adalah tentara Ukraina berhasil menghancurkan puluhan depot amunisi Rusia dengan menggunakan Himars, senjata bantuan dari Amerika Serikat.
Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.
Putin menyebut serangan ini sebagai 'operasi militer khusus' yang bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: HIMARS Senjata Bantuan Amerika Serikat Akhirnya Tiba di Ukraina, Lebih Unggul dari MRLS Rusia?
Konflik bersenjata yang terjadi di antara negara bertetangga tersebut sampai saat ini masih berlanjut dan belum tampak akan segera berakhir.
Bahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebut perang Rusia-Ukraina bisa berlanjut hingga beberapa tahun kemudian.
Kondisi Terkini Perang
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-152 perang Rusia dengan Ukraina:
- Ukraina berharap untuk mulai mengekspor biji-bijian dari pelabuhannya minggu ini dengan kapal pertama yang berpotensi pindah dari pelabuhan Laut Hitam dalam beberapa hari.
Baca juga: Lebih Unggul dari MRLS Rusia, Begini Kemampuan Himars, Senjata Bantuan AS untuk Ukraina
Rincian prosedur akan segera diterbitkan oleh pusat koordinasi bersama yang bekerja sama dengan industri perkapalan, kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq.
Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki mengharapkan Kyiv dan Moskow untuk menjaga tanggung jawab mereka di bawah kesepakatan ekspor biji-bijian yang baru-baru ini ditandatangani.
- Gazprom Rusia akan mengurangi pasokan gas lebih lanjut setelah mengumumkan pengurangan drastis pengiriman gas melalui pipa utamanya ke Eropa mulai Rabu (27/7/2022.
Perusahaan menyatakan menghentikan pengoperasian salah satu dari dua turbin yang beroperasi terakhir karena "kondisi teknis mesin", memotong pengiriman gas harian melalui pipa Nord Stream menjadi 33 m meter kubik per hari atau sekitar 20 persen dari kapasitas pipa.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-152: Kyiv Yakin Bisa Rebut Kembali Kherson dari Pasukan Putin
- Grup Jerman Siemens Energy membantah alasan Gazprom, dengan mengatakan "tidak ada hubungan antara turbin dan pemotongan gas yang telah diterapkan atau diumumkan" dalam sebuah pernyataan kepada Agence France-Presse.
Diketahui bahwa Siemens Energy telah ditugaskan untuk memelihara turbin.