Perang Russia Ukraina
Update Perang Rusia Hari Ke-149: Putin Buka Keran Gas Eropa, Inggris Kirim Senjata ke Ukraina
Kondisi terkini perang hari ke-149 pada Jumat (22/7/2022): Rusia buka kembali pasokan gas Eropa hingga Inggris kirim puluhan ribu senjata ke Ukraina.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/HIMARS_1.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Jumat (22/7/2022) terhitung telah berlangsung 149 hari lamanya.
Kabar terbaru di antaranya adalah Inggris akan mengirimkan bantuan berupa puluhan ribu senjata ke Ukraina untuk melawan serangan militer Rusia.
Invasi ini dimulai sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.
Serangan yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' ini bertujuan untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-148: Rudal Pasukan Putin Hantam Kharkiv, 3 Orang Tewas
Konflik bersenjata yang terjadi di antara dua negara bertetangga tersebut hingga kini masih berlanjut dan belum terlihat akan segera berakhir.
Menurut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, perang Rusia-Ukraina dapat berlanjut selama beberapa tahun.
Kondisi Terkini Perang
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-149 perang Rusia dengan Ukraina:
- Kesepakatan untuk melanjutkan ekspor biji-bijian Laut Hitam Ukraina diharapkan akan ditandatangani oleh Ukraina, Rusia, Turki dan PBB pada Jumat ini.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-147: Putin Menangkan Dukungan dari Iran
Perjanjian tersebut akan dibuat secara tertulis oleh para pihak dan ditandatangani di Istana Dolmabahce, Istanbul pada pukul 13:30 GMT, menurut Kantor Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nikolenko, menambahkan:
“Singkatnya, sebuah dokumen dapat ditandatangani yang akan mengikat kedua pihak untuk (memastikan) berfungsinya rute ekspor di Laut Hitam dengan aman.”
- Amerika Serikat mengatakan akan meminta pertanggungjawaban Rusia untuk mengimplementasikan kesepakatan ekspor tersebut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-146: Pasukan Putin Serang Kota Toretsk, 6 Orang Tewas
Seorang Jubir Departemen Luar Negeri AS Ned Price menuduh Rusia mempersenjatai makanan, dengan mengatakan:
“Yang benar-benar penting adalah implementasi perjanjian ini. Kami akan, tentu saja, terus bekerja dengan mitra kami untuk meminta pertanggungjawaban Rusia atas implementasinya.”