Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Dana BOS Kemenag Sultra Bakal Cair Juli 2022, Kakanwil Sebut Masih Tunggu Data Verifikasi Sekolah

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kementerian Agama Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal cair pada Juli 2022.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Zainal Mustamin. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kementerian Agama Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal cair pada Juli 2022.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Sultra, Zainal Mustamin mengatakan besaran dana BOS yang akan diterima per siswa sama setiap tahun menyesuaikan dengan jenjang sekolah.

Kata dia, mulai dari Raudatul Athfal (RA) Rp600 ribu per siswa, kemudian siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara dengan Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp900 ribu per siswa.

Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp1,2 juta per siswa, dan tingkat Madrasah Aliyah (MA) setara dengan Sekolah Menengah Akhir (SMA) Rp1,4 juta per siswa.

"Jadi untuk alokasi dana BOS sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Jumlahnya berjenjang mulai dari RA sampai MA," kata Zainal Mustamin, Senin (18/7/2022).

Baca juga: Aplikasi Digital Layanan Pernikahan hingga Haji Bakal Dirilis Kemenag Bekerjasama Pemda di Sultra

Ia menyebut, pencairan dana BOS tersebut diperkirakan pada Juli 2022. Untuk itu, pihaknya mendorong pihak sekolah melakukan percepatan pendataan dan penyampaian laporan jumlah siswa.

"Ini sebagai syarat untuk penerima dana BOS tersebut, yang mempercepat dari sekolah itu sendiri, dengan menyampaikan data-data terbaru dan akurat. Kami hanya verifikasi dan validasi," ujarnya.

Zainal Mustamin menjelaskan mekanisme penyaluran dana BOS ini melalui aplikasi yang langsung terakses ke data pusat.

Sehingga diharapkan setiap madrasah segera menyampaikan laporan dan permohonannya mengenai jumlah siswa.

Setelah terinput semua maka akan dilakukan verifikasi dan validasi data oleh tim yang ada di Kanwil Kemenag.

Baca juga: 10 UMKM di Kendari Sulawesi Tenggara Keciprat Bantuan Ekonomi Umat Rp10 Juta dari Kemenag

Sementara hasil verifikasi dan validasi tersebut nantinya akan masuk ke data Education Management Information System (EMIS) Nasional yakni situs yang dikembangkan Kemenag untuk madrasah.

"Sehingga dari data tersebut, pusat akan mengalokasikan ke masing-masing penerima. Kita dorong supaya itu dipercepat, karena yang biasa buat data jadi lambat ini yakni data siswa barunya," ujarnya.

"Jadi masih proses, di beberapa sekolah itu masih menerima siswa baru sehingga agak terlambat prosesnya," jelasnya menambahkan. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved