Berita Konawe

Masyarakat di Konawe Sulawesi Tenggara Didorong Berperan Aktif dalam Pengawasan Pemilihan Umum

Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Konawe mendorong masyarakat berperan aktif dalam pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Arman Tosepu
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Konawe saat menggelar sosialisasi Peraturan Perundangan-undangan Pemilu/Pemilihan Umum di Raya Coffee Unaaha, Selasa (12/7/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Konawe mendorong masyarakat berperan aktif dalam pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu).

Komisioner Bawaslu Konawe, Indra Eka Putra mengatakan, fungsi komperhensif pengawasan itu ada dalam masyarakat.

Pasalnya, kata Indra, di dalam masyarakat terdapat pemilih, penerima uang (money politic), pemberi uang juga ada, partai politik hingga calon.

"Itu sebenarnya yang kita harapkan lebih maksimal pengawasan partisipasi," kata Indra dalam acara sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pemilu/Pemilihan Umum di Raya Coffee Unaaha, Selasa (12/7/2022).

Ia menambahkan, hal tersebut juga mendasari peserta dalam sosialisasi ini terdiri dari berbagai unsur masyarakat.

Baca juga: Mahasiswa KKN UHO Bareng KPU dan Bawaslu Bombana Dialog Bahas Pilkada 2024 di Kasabolo Poleang

Indra menyebut, ke depan proses pengawasan Pemilu bakal makin kompleks dengan kehadiran teknologi digital.

Misalnya, dalam pelanggaran Pemilu money politic, para pelaku akan memanfaatkan metode transfer dalam melakukan transaksi.

"Kalau dulu biasa ketemu di sawah supaya tidak kelihatan orangnya, sekarang lebih canggih lagi," ujarnya.

Menurutnya, apabila Pemilu ke depan tidak berkualitas dipastikan orang yang terpilih juga bakal curang dalam memimpin.

Hal tersebut, kata Indra Eka Putra, akan berdampak buruk pada proses penganggaran untuk masyarakat.

Baca juga: Bawaslu Konawe Luncurkan Meja Bantuan Pemantau Pemilu 2024, Buka Pendaftaran Mulai 14 Juni 2022

Selain itu, salah satu tugas Bawaslu adalah memastikan agar masyarakat tidak terjebak dalam pelanggaran Pemilu.

Untuk diketahui, dalam sosialisasi ini juga pihak Bawaslu Konawe menghadirkan dua akademisi Universitas Halu Oleo (OHO) sebagai pembicara.

Di antaranya Dr Guasman Tatawu dan Dr Sabarudin Sinapoy. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved