Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ditembak saat Pidato, Langsung Ambruk ke Belakang Tak Sadarkan Diri

Laporan dai NHK, Shinzo Abe disebut ambruk ke tanah dan tampak berdarah di bagian dadanya.

Penulis: Ifa Nabila | Editor: Ifa Nabila
Reuters via deadline.com
Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Abe ditembak saat sedang berpidato pada Jumat, 8 Juli 2022 pagi waktu setempat. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak saat sedang berpidato pada Jumat, 8 Juli 2022 pagi waktu setempat.

Setelah ditembak, tubuh Shinzo Abe langsung ambruk ke belakang.

Shinzo Abe yang tak sadarkan diri langsung mendapat pertolongan.

Baca juga: Polisi Denmark Sebut Tersangka Penembakan Mal Kopenhagen yang Tewaskan 3 Orang Punya Masalah Mental

Dikutip TribunnewsSultra.com dari theguardian.com, peristiwa penembakan itu terjadi di kota barat Nara.

Laporan dari NHK, Shinzo Abe disebut ambruk ke tanah dan tampak berdarah di bagian dadanya.

Saksi menyebut, penembakan terdengar dua kali.

Yang pertama membuat Shinzo Abe seperti terdorong ke belakang.

Baca juga: Penembakan Mal Kopenhagen oleh Pemuda yang Tewaskan 3 Orang Ternyata Bukan Kali Pertama di Denmark

Baru setelah temabakan kedua membuat Shinzo Abe ambruk ke tanah.

Pihak medis menyebut Shinzo Abe pingsan dengan jantung dalam kondisi bermasalah.

Beredar sebuah video amatir menunjukkan para ajudan Shinzo Abe yang langsung berlari ke arahnya setelah muncul asap.

Orang-orang bersenjata di lokasi kejadian disebut tidak berusaha melarikan diri dan langsung ditangkap.

Disebutkan, ada seorang warga Nara berusia 40 tahunan yang menjadi tersangka.

Baca juga: Tragis, Ibu Muda 20 Tahun Tewas Tertembak saat Dorong Stroller Bayi, Pelakunya Pria Misterius

Terduga penembak mantan perdana menteri terlama di Jepang itu adalah Tetsuya Yamagami.

Shinzo Abe langsung diterbangkan ke rumah sakit dengan helikopter.

Diketahui, Shinzo Abe berada di Nara guna berpidato kampanye menjelang pemilihan majelis tinggi pada Minggu, 10 Juli 2022 nanti.

Baca juga: Rentetan Aksi Penembakan di Amerika Serikat, Total Korban Tewas Capai 80 Orang dalam Kurun 5 Tahun

Duta Besar Amerika Serikat untuk Jepang, Rahm Emanuel, menyebut AS sedih dan terkejut atas insiden penemakan itu.

"Abe telah menjadi pemimpin Jepang yang luar biasa dan sekutu Amerika Serikat yang setia," kata Emanuel.

"Pemerintah dan rakyat AS berdoa untuk keselamatan Abe, keluarganya, dan seluruh rakyat Jepang."

(TribunnewsSultra.com/ Ifa Nabila)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved