Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-134: Pasukan Putin Mengarah ke Sloviansk, Warga Melarikan Diri
Update perang: Serangan Rusia meningkat di Donetsk hingga warga sipil terus melarikan diri dari Sloviansk saat pasukan Putin menekan ke arah kota itu.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/perang-rusia-ukraina.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Perang yang terjadi antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina hingga Kamis (7/7/2022) telah berlangsung selama 134 hari.
Kabar terbaru di antaranya adalah serangan Rusia meningkat di Donetsk hingga warga sipil terus melarikan diri dari Sloviansk saat pasukan Putin menekan ke arah kota di wilayah timur Ukraina itu.
Presiden Rusia Vladimir Putin memulai invasi ini sejak memerintahkan pasukan militernya untuk meluncurkan serangan berskala penuh ke Ukraina pada Kamis (24/2/2022).
Putin menyebut serangan tersebut sebagai 'operasi militer khusus' ini, dalam upaya untuk memberantas 'genosida' di Donbas, serta 'demiliterisasi' dan 'denazifikasi' Ukraina.
Baca juga: Ditemui Jokowi, Putin Tawari Investasi dan Kerja Sama Energi Nuklir Indonesia-Rusia di IKN Nusantara
Konflik bersenjata antar dua negara bertetangga tersebut sampai saat ini masih berlanjut dan belum terlihat akan segera selesai.
Bahkan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyebutkan bahwa perang Rusia-Ukraina dapat berlangsung bertahun-tahun lamanya.
Kondisi Terkini Perang
Dilansir TribunnewsSultra.com dari The Guardian, berikut sederet kejadian yang perlu diketahui pada hari ke-134 perang Rusia dengan Ukraina:
- Perebutan Kota Lysychansk di Ukraina timur telah memberikan "kemajuan sejati" bagi pasukan Rusia, sementara pasukannya di selatan telah menunjukkan tanda-tanda "kerja sama yang lebih baik", kata para analis.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-133: Pasukan Putin Mulai Capai Target di Provinsi Donetsk
Para pejabat Barat mengatakan keberlanjutan serangan Rusia di Ukraina "menantang", tetapi menggambarkan dampak pada amunisi dan moral mereka sebagai "luar biasa".
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan senjata berat dari sekutu Barat akhirnya mulai bekerja dengan "kapasitas penuh" di garis depan.
Dalam video pidato malamnya, Zelenskyy mengatakan militer Ukraina telah mampu menargetkan gudang dan lokasi Rusia yang "penting untuk logistik".
- Perlawanan tetap berlangsung di desa-desa sekitar Lysychansk, di mana 15.000 warga sipil tetap tinggal, menurut Gubernur Luhansk Serhiy Haidai.
Baca juga: Ukraina Anggarkan 750 Miliar Dolar untuk Biaya Rekonstruksi setelah Invasi Rusia, Simak Sumbernya
"Video hari ini dari Lysychansk menyakitkan untuk ditonton." ujar Haidai.
Haidai menuding pasukan Putin terlibat dalam kebijakan bumi hangus, "membakar dan menghancurkan segala sesuatu di jalan mereka".