Berita Kendari

Generasi Muda Kurang Pahami Budaya Tolaki, Sapati Ranomeeto Hidupkan Lagi Kebiasaan Berbahasa Tolaki

Sapati Ranomeeto Tambo I'Losoano Oleo Kerajaan Konawe Edwin Fauzy Malaka ingin menghidupkan kembali kebiasaan menggunakan bahasa Tolaki.

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Sapati Ranomeeto Tambo I'Losoano Oleo Kerajaan Konawe Edwin Fauzy Malaka. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sapati Ranomeeto Tambo I'Losoano Oleo Kerajaan Konawe Edwin Fauzy Malaka ingin menghidupkan kembali kebiasaan menggunakan bahasa Tolaki.

Menurutnya, saat ini hanya sedikit generasi muda penerus bangsa yang paham menggunakan bahasa Tolaki.

"Utamanya dari rumpun kami, kita akan membiasakan dengan menggunakan bahasa Tolaki," kata Edwin Fauzy usai dinobatkan sebagai Sapati Ranomeeto, pada Selasa (5/7/2022).

Edwin dinobatkan langsung oleh Ketua DPP Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara (Sultra), Masyhur Masie Abunawas, di Claro Hotel Kendari.

Selain penobatan, dalam kegiatan tersebut dilakukan pengukuhan Dewan Pengurus Keluarga Besar La Pato.

Baca juga: IAIN Kendari Sultra Bakal Luncurkan Al Quran Terjemahan Bahasa Tolaki di Bulan November 2022

Setelah dinobatkan, Edwin Fauzy Malaka mengaku pihaknya akan menghidupkan kembali marwah Sapati Ranomeeto.

Kemudian bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan kebudayaan utamanya Tolaki, agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat.

Selanjutnya, menjalin silaturahmi bersama suku lainnya, menjaga persatuan dan kesatuan, tata krama, sopan santun, maupun adat dari masing-masing agar tidak terjadi ketersinggungan di antara sesama.

Kata dia, termasuk mengangkat budaya adat istiadat Kerajaan Konawe khususnya, dan Tolaki pada umumnya, serta akan menggelar seminar terkait sistem pemerintahan di Kerajaan Konawe.

"Kami akan mencoba merealisasikan seminar ini, usulan rencana membangun rumah adat di Hutan Baruga, sekaligus museum sebagai tempat belajar budaya dan adat istiadat," jelasnya.

Baca juga: Makna Pakaian Adat Suku Tolaki, Buton dan Muna saat Upacara HUT Kota Kendari ke 191 Tahun

Ia berharap semua rumpun yang ada di Ranomeeto maupun di Konawe tetap bersatu untuk menjaga budaya adat istiadat.

Masyhur Masie Abunawas berharap Sapati Ranomeeto ini dapat menjadi unsur pemersatu masyarakat Tolaki, khususnya lebih meningkatkan peranan dan budaya masyarakat Tolaki pada masa mendatang.

"Seperti bahasa, kesenian, Lulo. Lulo sekarang ada tata kramanya atau aturannya sehingga terwujud adanya rasa persatuan dan kesatuan masyarakat suku Tolaki melalui Tarian Lulo," ujarnya.

Ia mengharapkan melalui Sapati Ranomeeto ini peranan budaya Tolaki semakin berkembang lagi ke depannya.

Seperti bahasa Tolaki yang mulai dari sekarang harus dikembangkan dan budayakan khususnya di kalangan keluarga masyarakat Tolaki.

Baca juga: Cara Buat dan Penyajian Sinonggi, Makanan khas Masyarakat Tolaki Sultra, Hidangan Saat Lebaran

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Sabri mengatakan dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal adat Tolaki.

Kemudian membangun persaudaraan, persatuan antarsesama rumpun keluarga dan suku bangsa di Indonesia. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved