Rabu, 29 April 2026

Berita Kendari

Diskusi Politik, KPU Kota Kendari Minta Pers Jadi Media Pendidikan Politik

Kegiatan diskusi politik KPU Kendari berlangsung di Warkop Rock Cafe Kendari, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, pada Rabu (22/6/2022)

Tayang:
Penulis: Laode Ari | Editor: Muhammad Israjab
zoom-inlihat foto Diskusi Politik, KPU Kota Kendari Minta Pers Jadi Media Pendidikan Politik
Laode Ari
KPU Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara membuat diskusi politik. Berlangsung di Warkop Rock Cafe Kendari, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kendari, Rabu (22/6/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - KPU Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara membuat diskusi politik bersama insan pers.

Kegiatan diskusi politik ini berlangsung di Warkop Rock Cafe Kendari, Jalan Ahmad Yani Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kendari, Rabu (22/6/2022).

Ketua KPU Kendari, Jumwal Shaleh, mengatakan, diskusi tersebut dibuat sebagai sharing informasi atau isu peliputan jelang pemilu 2024.

"Tentunya dalam diskusi ini kami ingin berbagi informasi dengan insan pers mengenai tahapan yang akan dilakukan jelang pemilu," ujarnya.

Baca juga: Golkar Kendari Target Tambah Perolehan Kursi Pileg 2024, Kesiapan Parpol Hadapi Verifikasi KPU

Menutur Jumwal, sharing informasi seperti ini sangat penting karena melihat isu pemilu atau pilkada merupakan liputan yang sangat menarik bagi media.

Namun, dengan daya tarik liputan mengenai pemilu, tentunya ada informasi khusus yang bisa dipublikasi di media massa dan juga tidak.

Sehingga terkait isu ini, maka media harua bisa bersinergi dengan KPU sebagai penyelangara pemilu.

Karena saat ini ada pula media yang dibuat dengan menampilkan visi dan misi figur atau partai politik tertentu.

Baca juga: DPD Hanura Sulawesi Tenggara Belum Siap Verifikasi KPU, Masalah Segera Tuntas Untuk Ikut Pemilu 2024

"Jadi ada batasanya ketika media itu menjalankan fungsi jurnalis atau menjadi fungsi advetorial dari partai politik," ujarnya.

Selain itu, kata Jumwal, dirinya juga mengingkan media massa bisa menjadi sarana pendidikan politik untuk masyarakat trlebih jelang pemilu.

Bukan cuman menjadi media yang berlomba-lomba peliputan figur calon atau kandidat, dan parpol.

"Tetapi juga lebih kritis terutama visi-misi figur figur atau partai, sehingga memberikan pendidikam politik kepada pemilih," jelas Jumwal.

"Juga bagian dari pendidikan politik agar bagaimana cara pencoblosan di TPS dan pemilih bisa memahami hak-haknya sebagai pemilih," lanjutnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Ari)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved