Berita Baubau

Polres Baubau Dinilai Keliru Dalam Penyelesaian Kasus Candaan Bom Eks Bupati Busel La Ode Arusani

Aliansi Pemuda Demokrasi (Aldem) Baubau yang menilai Kepolisian Resor atau Polres Baubau keliru dalam menyelesaikan kasus candaan bom Eks Bupati Busel

Istimewa
Ketua Aldem Kota Baubau, Jasmin 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Kasus candaan bom yang melibatkan mantan Bupati Buton Selatan (Busel) La Ode Arusani, masih menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat terlebih aktivis mahasiswa.

Seperti halnya, Aliansi Pemuda Demokrasi (Aldem) Baubau yang menilai Kepolisian Resor atau Polres Baubau keliru dalam menyelesaikan kasus candaan bom Eks Bupati Busel ini.

Ketua Aldem Kota Baubau, Jasmin mengatakan candaan bom mantan Bupati Buton Selatan, sehingga harus diturunkan dari pesawat adalah langkah yang sangat objektif dari pihak Bandara Betoambari.

"Iya, langkah ini sebagai tindakan yang telah tertuang dalam SOP," ucap Jasmin kepada TribunnewsSultra.com, Rabu (15/6/2022).

Namun Jasmin menilai, ada yang janggal dalam penyelesaian tindakan tersebut.

Baca juga: Eks Bupati Buton Selatan Diperiksa Polisi Gegara Candaan Bawa Bom di Pesawat, Minta Maaf ke Maskapai

Karena dalam penyelesaian itu tidak adanya peran yang diambil oleh Unit Aviation Security (Avsec) atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lingkup Bandar Udara Betoambari Baubau.

Ia mengatakan, harusnya langkah yang ditempuh atas dugaan tindak pidana yang maksud di atas adalah tindakan sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 400 ayat (1) huruf a sampai e UU Penerbangan.

UU ini menerangkan Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) tertentu di lingkungan instansi yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang penerbangan diberi wewenang khusus sebagai penyidik tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam UU ini.

Jasmin menjelaskan, kendatipun yang menjadi penegasan dalam persoalan ini adalah harusnya kepolisian hanya menjadi bagian dari koordinasi dan pengawasan (Pasal 399), bukan seketika mengambil peran dalam menengahi penyelesaian kasus tersebut.

"Jadi tidak seakan mengesampingkan kewenangan yang dimiliki oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang dimaksud dalam hal ini adalah peran penuh dari Unit Aviation Security (Avsec)," jelasnya.

Baca juga: Penjelasan Resmi Maskapai Soal Eks Bupati Buton Selatan Diturunkan dari Pesawat, Bercanda Bawa Bom

"Sangat disayangkan kejadian candaan bom tersebut harus diselesaikan dengan sangat cepat tanpa adanya proses yang jelas," ujar mantan Ketua LMND Kota Baubau itu.

Ia menyebutkan, dugaan tindak pidana yang dilakukan mantan Bupati Busel tersebut sudah jelas memenuhi klausul yang dimuat dalam UU Penerbangan 2009 dalam Pasal 344 tentang Acts Unlawful Interference atau informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan.

"Kami dari Aldem Baubau meminta dengan tegas kepada pihak berwenang agar segera melakukan proses hukum sesuai prosedur dan Undang-Undang terhadap eks Bupati Busel ini," tegasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/La Ode Muh Abiddin)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved