Berita Sulawesi Tenggara

Distanak Sultra Pastikan Hewan Ternak di Sulawesi Tenggara Aman Wabah PMK, Ketahui Ini Ciri-Cirinya

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara memastikan hewan ternak di Bumi Anoa aman dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Sub Koordinator Keswan, Kesmavet dan Pasca Panen Distanak Sultra, drh Sangia Muldjabar 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan hewan ternak di Bumi Anoa aman dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Pasalnya, belakangan ini banyak kasus di beberapa wilayah terkait hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda hingga babi yang terserang wabah PMK.

Kendati demikian, Distanak Sultra memastikan untuk wilayah Indonesia Timur khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara aman dari penyakit tersebut.

Sub Koordinator Keswan, Kesmavet dan Pasca Panen Distanak Sultra, drh Sangia Muldjabar mengatakan sampai saat ini belum ada laporan baik di kabupaten dan kota soal adanya wabah PMK.

"Alhamdulillah sampai hari ini belum ada laporan dari teman-teman di kabupaten kota soal wabah PMK ini," ucapnya, Jumat (27/5/2022).

Baca juga: Karantina Pertanian Kendari Cegah Wabah PMK Masuk Sultra, Perketat Lalu Lintas Muna, Kolaka, Kolut

Lebih lanjut, hal tersebut dibuktikan dengan rapat yang digelar dua pekan lalu Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Veteriner Maros yang wilayah kerjanya di Pulau Sulawesi dan Maluku.

Kata dia, dalam rapat tersebut hingga kini belum ditemukan wabah PMK di wilayah timur Indonesia terlebih di Sulawesi dan khususnya, Sultra.

"Untuk mencegah penyakit tersebut maka kami telah berkoordinasi dengan Karantina Pertanian Kendari, baik ternak yang masuk maupun keluar harus dilakukan pemeriksaan," tuturnya.

Kemudian, saat ini guna mencegah hal tersebut, maka Distanak Sultra bersama pihak terkait tidak memberikan akses masuk bagi ternak dari daerah yang terkena wabah PMK terutama di Jawa dan NTB.

Sementara untuk hewan ternak dari wilayah Sulawesi masih membuka akses masuk, tetapi dengan syarat menyertakan surat keterangan kesehatan hewan dan hasil uji laboratorium.

Baca juga: Wali Kota Kendari Minta Warga Tak Panik dengan Wabah PMK Hewan, Jangan Ragu Makan Daging Sapi

Selain itu, sesuai dengan nama penyakitnya yakni penyakit mulut dan kuku (PMK) maka gejalanya ada pada mulut dan kuku.

"Dapat dilihat dengan ciri-ciri gejala yang dialami hewan yaitu adanya luka di bagian mulut terutama di lidah dan bibir seperti sariawan pada manusia," ucapnya.

"Karena adanya luka tersebut akibatnya banyaknya air liur yang keluar, kemudian luka juga terdapat di bagian kaki, bisa seperti lepuh bahkan dapat terlepas," tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan mekanisme penularannya, bisa saja terjadi kontak langsung antara hewan sakit dan tidak.

Kata dia, penularannya bisa melalui udara atau airborne disease, dengan cara penyakit tersebut mengenai pakaian peternak ataupun petugas saat berada pada hewan yang sakit lalu berpindah ke hewan yang sehat.

Baca juga: Investasi 2021 di Sultra Pertambangan, Perikanan dan Peternakan Penyumbang Terbesar hingga 60 Persen

"Kami mengimbau masyarakat apabila menemukan gejala PMK agar langsung melapor kepada petugas peternakan yang ada di kabupaten kota, agar segera diisolasi dan dipisah," tuturnya.

drh Sangia Muldjabar menuturkan bagi peternak yang mengalami gejala PMK agar tidak mengunjungi ternak lainnya guna menghindari penyakit tersebut dan segera melapor ke petugas. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved