Berita Konawe

Tim IFAD dan NPMO Monitoring Progres dan Evaluasi Program READSI di Wawotobi Konawe Sultra

Tim IFAD dan NPMO monitoring program READSI di Kelurahan Hopa-hopa, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Rabu (25/5/2022).

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Arman Tosepu
Tim International Fund for Agriculture Development atau IFAD dan National Programme Management Office (NPMO) Kementerian Pertanian monitoring program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-Up Innitiative (READSI) di Kelurahan Hopa-hopa, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Rabu (25/5/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Tim International Fund for Agriculture Development atau IFAD dan National Programme Management Office (NPMO) Kementerian Pertanian monitoring program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-Up Innitiative (READSI) di Kelurahan Hopa-hopa, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Rabu (25/5/2022).

Kedatangan kedua tim itu juga ditemani oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), serta Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Konawe.

Sementara itu, Tim IFAD mengutus langsung Marry Ann asal Filipina dan Marrie asal Prancis.

Turut hadir dalam kegiatan Kajian Tengah Waktu (Mid-Term Review/MTR) ini tujuh kelompok tani Kelurahan Hopa-Hopa binaan NPMO Kabupaten Konawe, Tenaga Ahli Provinsi serta Kabupaten, Lurah Hopa-Hopa serta Fasilitator Kelurahan Hopa-Hopa.

Dalam sambutannya, perwakilan NPMO Pusat Program READSI, Siti Karimatun, mengatakan, tujuan kedatangan pihaknya ke Sultra dalam rangka mengevaluasi progres program tersebut.

Baca juga: Kemnaker RI Beri 12 Penghargaan K3 2022 kepada PLN UPDK Kendari Lingkup Sulawesi Tenggara

"Jadi MTR ini dilakukan di pertengahan project yang sedianya dilakukan tahun lalu cuma karena Covid-19 jadi belum bisa dilaksanakan," kata Siti.

Ia menyebut, rencananya pihaknya juga bakal berkunjung ke Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara.

Di mana, ketiga kabupaten ini lokasi berjalannya program READSI di Sultra.

"Melakukan evaluasi sejauh mana manfaat READSI kemudian apa saja kendala yang dihadapi," lanjutnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melihat secara langsung implementasi program READSI di lapangan.

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Soal Polemik Pj Bupati di Sulawesi Tenggara, Sebut Sudah Komunikasi Gubernur

"Kami juga akan menggali hal-hal yang perlu ditingkatkan dan perlu dievaluasi untuk ke depannya," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua NPMO Kabupaten Konawe, Yasir Arafat mengucapakan terima kasih atas kedatangan tim dari pusat tersebut.

Ia menjelaskan saat ini di Konawe kelompok tani binaan NPMO terdapat sebanyak tujuh kelompok tani yang terbagi atas beberapa jenis tanaman pangan dan gender.

"Sebanyak dua kelompok tani vanili, dua kelompok lada, satu padi sawah, satu kakao, satu kelompok wanita tani," jelas Yasir.

Pantauan TribunnewsSultra.com, seusai memberikan sejumlah pertanyaan kepada kelompok tani binaan, Tim IFAD dan NPMO kemudian melihat langsung kebun vanili salah satu warga binaan di Kelurahan Hopa-Hopa.

Baca juga: Sosok Muh Afiq Rizky di Mata Kepala MTs Ummusshabri Kendari, Anak yang Aktif dan Cerdas Matematika

Utusan Tim IFAD tampak kagum dengan hasil pertanian yang dilakukan oleh kelompok tani binaan tersebut. (*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved