Daftar Senjata Ilegal yang Dipakai Rusia di Ukraina Termasuk Bom FAB-250: Bukti Kejahatan Perang

Terungkap dugaan penggunaan senjata ilegal oleh pasukan Rusia selama menginvasi Ukraina. Berdasarkan pemeriksaan bekas medan perang.

Editor: Ifa Nabila
Layanan Darurat Negara Ukraina via Reuters
Personil darurat bekerja di dekat sebuah bangunan yang rusak setelah serangan militer, di Odessa, Ukraina, dalam gambar yang dirilis pada Senin, 9 Mei 2022. Terungkap dugaan penggunaan senjata ilegal oleh pasukan Rusia selama menginvasi Ukraina. Berdasarkan pemeriksaan bekas medan perang. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Terungkap dugaan penggunaan senjata ilegal oleh pasukan Rusia selama menginvasi Ukraina.

Perang Rusia dan Ukraina berlangsung lebih dari tiga bulan sejak awal dimulai pada 24 Februari 2022.

Beberapa kali muncul tuduhan bahwa militer Rusia menggunakan senjata terlarang.

Kemudian Rusia juga dipojokkan oleh negara-negara barat bahwa pihaknya melakukan kejahatan perang.

Baca juga: Diplomat Veteran Rusia di Markas PBB Mundur gegara Malu, Sudah Niat sejak Awal Invasi ke Ukraina

Baru-baru ini, reporter Guardian mengungkap bukti dugaan penggunaan senjata ilegal.

Senjata ilegal itu ditemukan di area pemukiman Ukraina.

Yakni saat dalam upaya penyelidikan dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina.

Kejahatan perang adalah pelanggaran terhadap hukum perang, sebuah komponen hukum internasional yang ditetapkan oleh konvensi Den Haag 1899 dan 1907, dan selanjutnya didefinisikan oleh konvensi Jenewa 1949.

Pelanggarannya termasuk pembunuhan yang disengaja terhadap tawanan perang dan warga sipil, penyiksaan dan penggunaan senjata ilegal.

Baca juga: Saat Biden Sebut Perang Rusia Vs Ukraina Picu Krisis Global: Hukum Internasional dan HAM Dilanggar

Menurut laporan Guardian pada Selasa (24/5/2022), sebuah jet angkatan udara Rusia menjatuhkan serangkaian bahan peledak seberat 250 kg era Soviet di atas Borodyanka, utara Kyiv sekitar tengah malam pada 1 Maret 2022.

Itu adalah bom FAB-250 yang kuat, yang dirancang untuk menghantam sasaran militer seperti benteng musuh dan bunker.

Namun, tidak ada bangunan seperti itu di kota yang tenang berpenduduk 13.000 orang itu.

Bom-bom itu jatuh di setidaknya lima bangunan tempat tinggal, membelahnya menjadi dua. Puluhan mayat ditemukan di bawah puing-puing ketika pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin menarik diri dari wilayah Kyiv pada awal April.

Militer Rusia meninggalkan “TKP raksasa” yang bagi jaksa Ukraina menjadi bahan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang oleh Rusia dan presidennya, Vladimir Putin.

Baca juga: Tentara Rusia yang Bunuh Kakek-kakek Ukraina Divonis Penjara Seumur Hidup, Pengacara Tak Terima

Proses penyelidikan telah bekerja selama berminggu-minggu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved