Siap-siap Tarif Listrik Naik Khusus Pelanggan Ini, Sudah Diumumkan Sri Muliani, Segini Tarifnya

Menkeu Sri Mulyani menyampaikan kenaikan tarif listrik ini sebagai langkah membagi beban kepada kelompok rumah tangga mampu

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan akan ada kenaikan tarif listrik di atas 3.000 volt ampere (VA) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut tarif listrik terbaru akan mengalami kenaikan.

Namun Menkeu Sri Mulyani menyampaikan kenaikan tarif listrik ini sebagai langkah membagi beban kepada kelompok rumah tangga mampu, badan usaha hingga pemerintah.

Adanya kenaikan tarif listrik ini sudah disetujui juga oleh Presiden Joko Widodo.

Untuk kenaikan tarif listrik, secara resmi telah dibahas saat rapat bersama. Antara Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

Baca juga: Detik-detik Warga Konda Tersengat Listrik Saat Mengecat Rumah, Dievakuasi Rescue di Konawe Selatan

Menkeu Sri Mulyani menyebutkan kenaikan tarif listrik ini hanya berlaku bagi pengguna di atas 3.000 volt ampere (VA).

"Bapak Presiden dalam sidang kabinet sudah menyetujui boleh ada kenaikan tarif listrik untuk langganan listriknya di atas 3.000 VA. Hanya segmen itu ke atas," ujar Sri Mulyani dilansir dari Kompas.com, pada Jumat (20/5/2022).

Adapun pemerintah menaikkan subsidi listrik karena kenaikan harga ICP, sehingga tak ada kenaikan tarif listrik untuk masyarakat yang membutuhkan.

Berikut biaya tarif listrik saat

Dikutip dari laman PLN, Kamis 19 Mei 2022 Dari penyesuaian tarif listrik (tarif adjusment) April-Juni 2022 untuk pelanggan tarif tegangan rendah (TR) 900VA-RTM ialah Rp 1.352/kWh.

Pelanggan dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 hingga 5.500 VA, dan 6.600 VA ke atas Rp 1.444,70/kWh.

Sedangkan pelanggan bisnis dengan daya 6.600 VA sampai 200 kVA dan pelanggan pemerintah dengan daya 6.600 sampai 200 kVA sebesar Rp 1.444,70/kWh.

Pelanggan tegangan menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya di atas 200 kVA Rp 1.114,74/kWh.

Baca juga: Peta Kesiapan Pembangkit Listrik PLN UPDK Kendari Jelang Lebaran, Sub Sistem Kendari dan Baubau

Kemudian, pelanggan tegangan tinggi (TT) untuk industri dengan daya 30.000 kVA ke atas Rp 996,74/kWh.

Sri Mulyani menyampaikan akan ada kompensasi listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp 21,4 triliun pada tahun ini yang sudah memperhitungkan adanya kenaikan tarif listrik untuk pelanggan 3.000 VA ke atas.

"Kompensasi ini diberikan karena kondisi keuangan PLN memburuk dengan kenaikan ICP dan tidak dilakukannya penyesuaian tarif listrik," jelasnya.

Per 30 April 2022, PLN telah menarik pinjaman sebesar Rp 11,4 triliun dan akan melakukan penarikan pinjaman kembali di bulan Mei dan Juni, sehingga total penarikan pinjaman sampai dengan Juni menjadi Rp 21,7 triliun sampai Rp 24,7 triliun.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved