OPINI
OPINI: Kendari Kota Busur?
Kota Kendari beberapa hari terakhir menjadi kota 'busur' karena tiap malam terjadi korban pembusuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/koordinator-media-center-panitia-lokal-panlok-munas-kadin-laode-rahmat-apiti.jpg)
Kota Kendari salah satu kota berkembang kehadiran premanisme juga sulit terhindarkan.
Namun meminimalisir terjadinya premanisme bisa dilakukan asal ada perhatian dari pemerintah.
Premanisme dan atau kenakalan remaja menurut hemat penulis dipicu beberapa hal.
Pertama, minimnya ruang publik.
Pelaku pembusuran yang telah ditangkap oleh aparat kepolisian rata-rata usia remaja.
Fenomena ini tentu saja harus menjadi perhatian stakeholders di Kota Kendari.
Kota kendari bila kita amati salah satu kota yang minim menyiapkan ruang publik representantatif untuk menyalurkan bakat para remaja.
Bisa jadi para pelaku tersebut mengalami stres sosial akibat tidak ada ruang publik untuk menyalurkan bakatnya.
Akibatnya mereka mencari jalan pintas untuk menghilangkan ketegangan psikologis yang mereka alami.
Baca juga: Opini: Tantangan Penjabat Bupati dan Buton Selatan Nantinya
Kita patut mencontoh Kapolda DKI Jakarta yang menyiapkan arena balapan motor untuk remaja yang doyan balapan liar.
Cara ini setidaknya bisa mengurangi tingkat kecelakaan dan penyaluran bakat yang salah.
Kota Kendari sebaiknya menyiapkan satu ruang publik khusus penyaluran bakat para remaja bila kita tidak menghendaki mereka salah jalan.
Kedua, kesenjangan ekonomi.
Kesenjangan ekonomi biasanya menjadi pemicu lahirnya ketegangan sosial.
Minimnya lapangan kerja dan tekanan beban hidup dalam keluarga membuat mereka frustasi secara sosial.