OPINI
OPINI: Kendari Kota Busur?
Kota Kendari beberapa hari terakhir menjadi kota 'busur' karena tiap malam terjadi korban pembusuran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/koordinator-media-center-panitia-lokal-panlok-munas-kadin-laode-rahmat-apiti.jpg)
Oleh Laode Rahmat Apiti, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Haluoleo Kendari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kota Kendari beberapa hari terakhir menjadi kota 'busur' karena tiap malam terjadi korban pembusuran.
Teror busur kini menjadi momok warga Bumi Anoa.
Kedamaian warga kota mulai terusik, setiap hari di media massa kita disajikan berita pembusuran.
Korban mulai berjatuhan yang terdiri dari remaja hingga orang tua.
Para pembusur sepertinya tidak memilah milah korbannya.
Baca juga: Opini: Tantangan Perbankan Daerah
Siapapun yang dijumpai dan ada kesempatan untuk dijadikan sasaran langsung dieksekusi.
Korban pembusuran terus berjatuhan, aparat kepolisian sepertinya kelabakan menghadapi pola kerja "genk" pembusur tersebut.
Berbagai cara digunakan pihak kepolisian untuk menangkap pelaku namun genk pembusur tidak jera. Bahkan seperti mengirim sinyal perlawanan pada aparat sebab tiap malam pada titik yang berbeda genk tersebut "operasi" mencari sasaran caranyapun makin brutal dan masif.
Bagi penulis peristiwa pembusuran yang tiap malam terjadi bukan peristiwa kriminal biasa.
Ada pesan khusus yang ingin di sampaikan ke publik dan pesan ini harus 'ditangkap' oleh pihak aparat dan pemerintah kota.
Maraknya kejahatan dalam kota membuat horor Kota Kendari pada malam hari.
Masyarakat mulai mengurangi aktivitas pada malam hari serta mulai siaga di lingkungan masing masing.
Baca juga: Opini: Pemuda Mengambil Peran Menuju Sultra Satu
Premanisme menjadi ciri khas setiap kota berkembang, berbagai jenis kejahatan muncul ditengah publik.
Misalnya pencurian, pembunuhan, perampokan, begal, dan kejahatan lain.