Berita Kendari
Komisi II DPRD Kendari dan Pemkot Bakal Sidak Swalayan dan Pasar Tradisional Jelang Lebaran 2022
Komisi II DPRD Kendari bersama Pemerintah Kota Kendari bakal melakukan inspeksi dadakan (sidak) jelang Lebaran Idul Fitri 2022.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Komisi II DPRD Kendari bersama Pemerintah Kota Kendari bakal melakukan inspeksi dadakan (sidak) jelang Lebaran Idul Fitri 2022.
Kegiatan sidak bakal dilakukan pekan depan di sejumlah swalayan dan pasar tradisional guna memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok.
Ketua Komisi II DPRD Kendari, Rizki Brilian Pagala mengatakan, sidak menjadi kegiatan rutin yang dilakukan jelang bulan Ramadan maupun Lebaran Idul Fitri.
Menurutnya sidak menjadi penting dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak menguntungkan atau merugikan bagi masyarakat.
Seperti saat sidak beberapa waktu lalu, sejumlah swalayan didapati mensyaratkan sesuatu untuk dibeli pelanggan agar mendapatkan minyak goreng.
Baca juga: Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Lebaran, Dinas Kesehatan Kendari Catat 13.774 Orang Sudah Divaksin
“Kita tidak ingin aturan mereka buat sendiri, misalnya minimal belanja Rp200 ribu baru boleh membeli minyak goreng dan lain sebagainya, itu tidak kita inginkan,” kata Rizki Brilian Pagala.
Manajer Operasional Perumda Pasar Kota Kendari, Evan menyampaikan kondisi ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional saat ini masih relatif normal.
Namun ada fenomena ketika menjelang Ramadan maupun Hari Raya Idul Fitri, harga-harga bahan pokok menjadi tinggi.
Menurutnya, hal itu lantaran kebutuhan masyarakat akan bahan pokok meningkat, sementara stok hanya cukup untuk kebutuhan normal.
Sehingga, kata dia, ketika kebutuhan tinggi, dan stok terbatas maka harga akan mengalami kenaikan harga.
Baca juga: Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir Sebut Pembangunan Kawasan Industri di Abeli Sudah Sesuai RTRW
Apalagi diketahui sebagian para pedagang di pasar-pasar tradisional di Kota Kendari bukan warga asli Kota Kendari melainkan para perantau.
Tentu saja, ketika Hari Raya Idul Fitri banyak para pedagang pasar memilih pulangnya kampung, sehingga kebutuhan bahan pokok di pasaran juga berkurang karena tidak adanya penjual.
Maka dari itu, menurutnya pasar murah yang dilakukan Pemkot Kendari sudah tepat untuk membantu menetralkan kondisi tersebut.
Sebelumnya, Komisi II DPRD, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Ketahanan Pangan, Perumda Kota Kendari melakukan rapat kerja pada Senin (18/4/2022) lalu. (*)
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)