Berita Kendari

Tinggi Badan Anak Lebih Pendek Dari Teman Sebayanya Bukan Melulu Stunting, Ini Kata Dokter

stunting adalah masalah tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tinggi badan anak yang rendah, sementara berat badannya mungkin normal

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Talkshow Event of The Year (EOTY) tahun 2022 Asian Medical Students Association (AMSA) Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Jangan salah menduga terkait dampak stunting bila tinggi badan anak tidak setinggi teman sebayanya.

Diketahui, stunting adalah masalah tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tinggi badan anak yang rendah, sementara berat badannya mungkin normal sesuai dengan usianya.

dr Waode Sitti Asfiah Udu mengatakan tidak melulu soal stunting bila tumbuh kembang anak tidak setinggi ukuran anak sebayanya.

Kata dr Waode Sitti Asfiah Udu, ukuran tinggi badan anak bila tak semampai sebayanya bisa jadi karena faktor genetik bukan karena akibat stunting.

Baca juga: AMSA UHO Kendari Gelar Photography Competition 2022, Tema Kedekatan Ibu dan Anak, Ini Link Daftar

Untuk itu kata Sitti Asfiah, orang tua dan masyarakat perlu mengetahui dengan benar stunting dan tidak salah kaprah dalam menduga-duga.

"Pertanyaan ini juga banyak ditanyakan masyarakat, nah tidak serta merta kita justifikasi anak yang tinggi badanya lebih renda dibanding sebayanya adalah akibat dari Stunting," katanya.

"Bisa jadi karena faktor genetik. Jadi diliat lagi apakah memang keluarganya memiliki keturunan yang pendek," ungkap dr Waode Sitti Asfiah Udu.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak. Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.

Baca juga: Rekrutmen Anggota PUSAKKO Fakultas Hukum UHO Kembali Dibuka, Cek Persyaratan dan Jadwal Pendaftaran

Hal itu dikatakan dr Waode Sitti Asfiah Udu saat menjadi pembicara dalam Talkshow Event Of the Year 2022 RISING dengan topik  Kesehatan Ibu dan Anak dan Pencegahan Stunting pada Sabtu (16/4/2022).

Talkshow ini merupakan rangkaian Event of The Year (EOTY) tahun 2022 Asian Medical Students’ Association (AMSA) Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Selain itu, turut jadi pembicara dalam Talkshow yang diselenggarakan secara virtual zoom itu ialah dr Muhammad Nazir Ruki. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved