Berita Kendari

Stok Ikan di Kendari Cukup hingga Lebaran Idul Fitri 2022, PPS Sebut Gunakan Sistem Resi Gudang

Syahril Abd Raup mengatakan ketersediaan ikan bisa mencapai 90 ton per harinya, sehingga untuk Kota Kendari ketersediaan ikan sangat cukup. 

TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Potret suasan di salah satu pasar tradisional di Kota Kendari, yang tengah menjual ikan 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketersediaan stok ikan di Kota Kendari Sulawesi Tenggara cukup hingga hari raya Idul Fitri 1443 H / 2022 M.

Hal itu disampaikan Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kota Kendari, Syahril Abd Raup

Ia mengatakan ketersediaan stok ikan di Kota Kendari bisa mencapai 90 ton per harinya, sehingga untuk Kota Kendari ketersediaan ikan sangat cukup. 

"Beberapa hari kemarin lagi puncak-puncaknya, jadi sangat-sangat tersedia, kita ini kan tempatnya ikan, di depan kita ini Laut Banda. Jadi kalau mau tanya soal ketersediaan ikan ya, kita sangat cukup," kata Syahril, Rabu (13/4/2022). 

Baca juga: Kampung Nelayan Maju di Kendari, KKP Sosialisasikan Kendaraan Berpendingin dan Gudang Beku Portable

Bahkan Kota Kendari melalui PPS juga memasok ikan untuk daerah-daerah lain seperti di Sulawesi Selatan. 

"Nelayan kita itu 8 jam keluar, sudah dapat tempat penangkapan ikan, 4 hari di laut pulang. Satu kapal rata-rata bisa bawa 4 -5 ton ikan tergantung jenis ikannya, tapi memang musiman ya," jelasnya.

Untuk menjaga ketersediaan ikan di masyarakat, PPS Kota Kendari menggunakan sistem resi gudang. 

Di mana ketika musim puncak ikan berlangsung, hasil tangkapan disimpan dalam resi gudang, dan akan dikeluarkan ketika bukan musim ikan. 

Baca juga: Simak 7 Manfaat Ajaib Buah Naga: Bantu Lawan Penyakit Kronis hingga Sehatkan Kulit dan Rambut

"Sebagai cadangan, supaya harga bisa stabil," ujarnya. 

Sementara stok ikan utama di PPS Kendari ada empat jenis, diantaranya ikan cakalang, layang, tongkol dan tuna. 

Kata dia, khusus ikan tuna ini menjadi komoditi penting  karena di ekspor ke beberapa negara. 

"Kendari tempatnya, jadi banyak perusahaan disini yang tergantung dengan produksi tuna kita," ujarnya. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved