Minyak Goreng Langka di Sultra

Penjual Gorengan di Anduonohu Bertahan Demi Pelanggan Meski Minyak Goreng Mahal & Langka di Kendari

Cerita Miskan (38), salah seorang penjual gorengan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), resah dengan kenaikan harga minyak goreng.

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Husni Husein
Miskan (38) sehari-hari berjualan onde-onde dan moleng ukuran kecil di bilangan Jl Bunggasi, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Salah seorang penjual gorengan di Anduonohu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) resah dengan kenaikan harga minyak goreng.

Miskan (38) sehari-hari berjualan onde-onde dan moleng ukuran kecil di bilangan Jl Bunggasi, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sultra.

Miskan mengatakan saat ini dirinya mencoba bertahan tak ikut menutup sementara usahanya agar tak mengecewakan pelanggan setianya.

Ia khawatir bila memutuskan untuk menutup sementara usahanya, pelanggan yang selama ini kerap mampir membeli moleng dan onde-ondenya akan pergi mencari pedagang lain.

"Iya mas mau diapa, saya harus bertahan demi mempertahankan pelanggan saya biar tidak kecewa nanti mau makan tapi tutup," katanya, Jumat (11/3/2022).

Baca juga: Pedagang Gorengan di Baubau Takut Gulung Tikar Rela Antre Berjam-jam Demi Beli Minyak Goreng

Sementara itu, ayah tiga anak ini mengaku harus rela tak memikirkan keuntungan dikala harga minyak goreng yang kian mencekik kantong.

Miskan menyebutkan tak ada pilihan selain hanya untuk bertahan, jumlah dan ukuran gorengan juga tak bisa ia kurangi apalagi cita rasanya.

"Saya mau kurangi porsi juga seperti gorengan lain tidak bisa karena ukurannya yang memang kecil," tuturnya.

Untuk itu, pedagang yang kesehariannya menjual sejak sore hingga larut malam ini mengungkapkan tak dapat berbuat banyak dalam situasi seperti sekarang.

Kata dia, untuk membeli minyak goreng keperluan menggoreng onde-onde dan molengnya saja sampai harus mengitari Kota Kendari.

Baca juga: Pedagang Gorengan di Kendari Terancam Tutup Karena Minyak Goreng Langka, Minta Bantuan Pemerintah

Hal itu ia lakukan selain memang mencari minyak goreng tersebut yang langkah juga untuk mencocokkan harga.

"Biasa seharian penuh cari minyak goreng keliling Kota Kendari hingga di Pondidaha, Kabupaten Konawe Selatan," ungkapnya.

Kata Miskan, bila kondisi serupa terus bergulir, bukan tidak mungkin dirinya juga bakal gulung tikar sama seperti pedagang gorengan di sebelahnya yang lebih dulu tutup.

Ia berharap pemerintah dapat cepat menangani persoalan ini terlebih jelang bulan suci Ramadan yang akan melonjak permintaan kebutuhan minyak goreng.

"Ini tidak akan lama kan mas. Kalau seperti ini beberapa bulan ke depan lagi pasti saya juga tutup seperti penjual ayam geprek di sebelah tutup," katanya.

Baca juga: Pedagang Kaki Lima yang Berjualan di Bahu Jalan dan Trotoar di Kota Kendari Ditertibkan Satpol PP

"Kita pasti inginkan pemerintah bergerak cepat atau berikan kami pedagang kecil solusi yang tepat biar kami bisa bertahan di situasi seperti ini," harapnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved