Pasutri 16 Anak di Kolut
Cerita Pasutri Besarkan 16 Anak di Kolaka Utara: Masak 10 Liter Beras, 3 Kg Ikan dan Lauk Sehari
Sejumlah fakta unik terungkap dari cerita pasangan Kamaruddin Djiwa Daeng Tombong (56) dan istri Najrah (48) dalam membesarkan 8 putra dan 8 putrinya.
Penulis: thamzil_thahir | Editor: Aqsa
TRIBUNNEWSSULRA.COM, KENDARI - Kelanjutan cerita pasangan suami istri atau pasutri besarkan 16 anak di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sejumlah fakta unik terungkap dari cerita pasangan Kamaruddin Djiwa Daeng Tombong (56) dan istri Najrah (48) dalam membesarkan 8 putra dan 8 putrinya.
Misalnya saja soal masak-memasak saat keluarga besar itu berkumpul saat momen-momen tertentu seperti bulan Ramadan.
Saat Kamaruddin dan Najrah berkumpul bersama 16 anaknya, keluarga ini bisa memasak hingga 10 liter beras.
Lengkap dengan lauk pauk dan ikan berkisar 3 kilogram (kg).
Baca juga: Cerita Pasutri Besarkan 16 Anak di Kolaka Utara: Istri Melahirkan Dibantu Tetangga di Rumah Panggung
Seperti diketahui, Kamaruddin dan istri bermukim di Desa Katoi, Kabupaten Kolut, Provinsi Sultra.
Kamaruddin merupakan guru sekolah dasar (SD) negeri, istrinya seorang ibu rumah tangga (IRT).
Sedangkan, 12 dari 16 anaknya menjadi santri di Kota Kendari.
Mereka biasanya baru berkumpul pada momen tertentu seperti Ramadan dan Idulfitri.
Simak 9 fakta yang dihimpun TribunnewsSultra.com berdasarkan keterangan Tuan Guru Kama, sapaan Kamaruddin, belum lama ini:
1. Ke-16 anaknya masing-masing sepasang yakni 8 putri dan 8 putra;
2. Anak sulung lahir di masa krisis moneter 1997 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel);
3. Sedangkan, si bungsu ke-16 lahir di Katoi, Kabupaten Kolut, Provinsi Sulawesi Tenggara, setelah Jokowi dilantik jadi presiden;
4. Hanya 2 anak (sulung dan anak ke-2) lahir di rumah sakit, 14 anak lainnya lahir di ruang tengah keluarga tanpa bantuan medis dan bidan;
5. Rerata tiap tahun sang ibu melahirkan 1 anak. Ke-16 anak lahir dalam periode 19 tahun (1997-2016);
Baca juga: Rekorkah? Tuan Guru Kama-Nyonya Najrah; Pasangan dengan 16 Anak dari Pelosok Tenggara Sulawesi
5. Najrah, si ibu melahirkan putra sulungnya (Zayyan) saat usia 43 tahun;
5. Si suami guru SD negeri di pelosok Kolaka Utara, Sultra, si istri ibu rumah tangga biasa;
6. Lima dari 16 anaknya adalah penghafal Quran. Kini tahun 2022, 12 jadi santri di Kendari;
7. Di Bulan Ramadan atau saat 16 anak berkumpul, sehari keluarga ini menanak 10 liter beras, 3 kg ikan dan lauk;
8. Guna menafkahi keluarga, suami bantu istri jualan buah dan kue tradisional online; 4 anak lainnya jualan online kosmetik;

9. Pada Februari 2022 lalu, pasangan Guru Kama dan Nyonya Nahrah dianugerahi 1 cucu dari putri sulung.
Daftar Nama Anak
Melalui WhatsApp Massenger, Jumat (4/3/2022) lalu, Kama, sapaan akrab Kamaruddin, mengirimkan daftar nama 16 anak dan usianya.
Putri tertua bernama Nurfaaiqah (1997) dan anak kedua bernama Dhiyaa Fakhria (1998).
Kedua putri pertama ini lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangkep, Sulsel, tahun 1997 dan 1998.
Baca juga: Pria Asal Lambuya Konawe Tega Setrika Istrinya di Wajah dan Tangan, Polisi Amankan Pelaku
Baru empat bulan di Katoi, sekitar 20 km dari Lasusua, ibu kota baru Kolaka Utara, Najrah hamil dan melahirkan anak ketiganya.
“Doa kami diterima, (Muhammad) Mufassir lahir tahun 1999, dan kini sudah 23 tahun dan akhir kuliah di Kendari,” ujar Kama.
Secara beruntut tiga putri dan satu putra lahir dalam periode 4 tahun.
Mereka Rizky Amaliah (2000), Sitti Atiyya (2001), Ainul Mardhiyah (2002), dan Abdullah Azzam (2003).
Najrah lalu “istirahat” dan tak melahirkan di tahun 2004.
Baca juga: Momen Haru Istri Pembalap Kuntet Khalisa Tahan Tangis di Makam Suami, 2 Anaknya Menatap Pusara Ayah
Anak kedelapan, Abdurrahman An Nawawi (16), baru lahir tahun 2005.
Lalu berturut-turut lagi dalam 24 bulan (2006 dan 2007), lahir sepasang putra dan putri untuk anak ke-9 dan ke-10.
Anak ke-9, Abdurrahim As Sayuti yang pada tahun 2022 ini sudah duduk di bangku kelas 1 SMA Islam.
Bersama Khalisatul Fikriah (14 tahun) yang kini duduk di bangku kelas III madrasah tsanawiyah (MTs).
Dalam kurun waktu tiga tahun 2009 hingga 2011, pasangan ini kembali dianugerahi dua putra.
Mereka yakni Muhammad Ainur Rafiq (12) dan Fakhrul Islam (11).
Selain itu, seorang putri, Rifyatul Azizah (10 tahun).
Tiga anak terakhir mereka juga lahir berturut-turut setiap tahunnya.
Nazirah Syauqiyatul Jannah (2013), Auliyaa Rahman (2014), dan Zayyan Aqif Rahmani (2015).(*)
(TribunnewsSultra.com/Thamzil Thahir)