Berita Sulawesi Tenggara

Bank Indonesia Luncurkan QRIS, Sistem Pembayaran Online, Permudah Pelaku Usaha UMKM

Sistem pembayaran digital itu dinamai QRIS singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard dengan metode pemindaian kode QR.

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
Handover
Melalui diskusih spesial anniversary TribunnewsSultra.com dalam tema Perkembangan dan Proyeksi Perekonomian Sultra 2022, Plt Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Taufik Ariesta Ardhiawan 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan sistem pembayaran digital guna mempermudah masyarakat dalam transaksi saat pandemi Covid-19.

Sistem pembayaran digital itu dinamai QRIS singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard dengan metode pemindaian kode QR.

Melalui diskusi spesial anniversary TribunnewsSultra.com dalam tema Perkembangan dan Proyeksi Perekonomian Sultra 2022, Plt Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Taufik Ariesta Ardhiawan menjelaskan hal itu.

Taufik Ariesta Ardhiawan bilang, QRIS ini diluncurkan untuk mempermudah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dikala terdampak akibat pandemi.

"Secara umum pelaku UMKM yang paling berdampak dikala pandemi, dan pelaku UMKM ini merupakan peranan penting dalam perekonomian di Sulawesi Tenggara bahkan untuk skala nasional," katanya.

Baca juga: BI Sebut Kota Kendari Jadi Wilayah Dominan Inflasi di Sulawesi Tenggara, Disusul Kota Baubau

"Untuk itu akan sangat berdampak ketika terjadi PPKM, sektor lain seperti pariwisata dan perdagangan juga berdampak, namun kalau kita lihat memang pelaku UMKM paling berdampak," imbuhnya.

Kata dia dengan QRIS para pelaku UMKM hanya perlu mendaftarkan usaha mereka satu kali saja di salah satu layanan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk mendapatkan kode QRIS.

Sementara itu, pembeli bisa melakukan pembayaran dengan memindai kode QRIS penjual melalui layanan apa saja yang mendukung.

"Kita bayar tidak harus pakai tunai tidak perlu datang ke lokasi karena kita telah sediakan juga QRIS TTM (Tanpa Tatap Muka)," terangnya.

Baca juga: BPS Sulawesi Tenggara Paparkan Data Inflasi hingga Ekspor dan Impor di HUT TribunnewsSultra.com

Selain itu, upaya lain yang telah diluncurkan juga adalah Onboarding UMKM guna pemanfaatan perkembangan teknologi internet dan digitalisasi.

"Kita meningkatkan akses pasar UMKM tidak hanya dijual di Sultra namun juga bisa diakses ke lainnya melalui onboarding," tuturnya.

Lanjutnya, bersama OJK Sultra, BI terus mendorong akses kredit atau pembiayaan untuk UMKM.

"Karena berbicara UMKM dibutukan suatu permodalan," tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved