Berita Ekonomi

8 Arah Kebijakan Strategis OJK Sultra 2022, Normalisasi Covid-19 hingga Transformasi Ekonomi Digital

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan delapan arah kebijakan strategis pada tahun 2022.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Kepala Otoritas Jasa Keungan (OJK) Sulawesi Tenggara, Arjaya Dwi Raya 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan delapan arah kebijakan strategis pada tahun 2022.

Kepala Otoritas Jasa Keungan (OJK) Sulawesi Tenggara, Arjaya Dwi Raya mengatakan kebijakan strategis tersebut dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia.

Tentunya hal itu dengan terus mengoptimalkan manfaat sektor jasa keuangan untuk masyarakat dengan berpedoman pada pelaksanaan OJK.

Ia mengatakan pihaknya terus bersinergi dengan berbagai pihak dan berkontribusi lebih luas kepada masyarakat serta pertumbuhan ekonomi.

Hal itu disampaikannya dalam rangka Live Special 1st Anniversary TribunnewsSultra.com yang digelar secara virtual, Jumat (18/2/2022).

Baca juga: OJK Sultra Terus Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Sulawesi Tenggara dengan Edukasi Masyarakat

Selengkapnya, delapan arah kebijakan strategis OJK pada tahun 2022 berdasarkan keterangan dari Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya.

1. Mengantisipasi dampak risiko cliff effect dari normalisasi kebijakan dan potensi risiko perkembangan Covid-19

2. Mendorong percepatan transformasi ekonomi hijau dan mitigasi risiko perubahan iklim

3. Mendorong percepatan transformasi ekonomi digital

4. Meningkatkan efektivitas program inklusi keuangan dan perlindungan konsumen

Baca juga: Kepala OJK Sultra Paparkan Kinerja Perbankan di 2021 dan Proyeksi 2022, Optimis Terus Meningkat

5. Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor jasa keuangan syariah

6. Melanjutkan inisiatif perubahan proses bisnis pengawasan dari traditional approach ke arah pengawasan sektor jasa keuangan terintegrasi berbasis teknologi informasi

7. Melakukan percepatan reformasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB)

8. Mengembangkan organisasi yang akuntabel, efektif, dan efisien

"Ke depannya kami berharap OJK dapat berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dalam menjaga stabilitas keuangan dengan tetap terjaga untuk pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved