OJK Sultra Terus Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan di Sulawesi Tenggara dengan Edukasi Masyarakat

Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tenggara atau OJK Sultra terus mendorong literasi dan inklusi keuangan di daerah ini.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Aqsa
handover
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tenggara atau OJK Sultra Arjaya Dwi Raya 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Tenggara atau OJK Sultra terus mendorong literasi dan inklusi keuangan di daerah ini.

Dalam upaya tersebut, OJK terus melakukan edukasi dan juga bekerja sama dengan beberapa lembaga di Provinsi Sultra.

Hal itu sangat penting guna memberikan pengetahuan terkait literasi keuangan dan inklusi khususnya di daerah dalam membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya, saat menjadi narasumber digital activity Spesial Anniversary 1 TribunnewsSultra.com yang digelar secara virtual.

Program ini menghadirkan sejumlah narasumber lainnya di antaranya Bupati Konawe Utara Ruksamin, Plt Kepala BI Perwakilan Sulawesi Tenggara Taufik Ariesta Ardhiawan, dan lainnya.

Baca juga: Kepala OJK Sultra Paparkan Kinerja Perbankan di 2021 dan Proyeksi 2022, Optimis Terus Meningkat

“Dalam upaya mengedukasi masyarakat terkait literasi dan inklusi keuangan, OJK memiliki program tahunan untuk bekerjasama dengan pemerintah, akademisi maupun masyarakat,” katanya.

Menurut Arjaya, target OJK ke depannya terus mendorong literasi keuangan dan juga inklusi keuangan.

Selain itu, mendorong pemenuhan penyaluran kredit UMKM.

OJK pun melihat perubahan yang ada sehingga dapat melakukan upaya mitigasi risiko serta pendalaman pasar keuangan nasional.

“Dengan target itu maka hal tersebut yang menjadi tantangan OJK ke depannya dalam pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Arjaya Dwi Raya memaparkan kinerja perbankan 2021 dan proyeksi 2022 dalam rangka Live Special 1st Anniversary TribunnewsSultra.com, Jumat (18/2/2022).
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Arjaya Dwi Raya memaparkan kinerja perbankan 2021 dan proyeksi 2022 dalam rangka Live Special 1st Anniversary TribunnewsSultra.com, Jumat (18/2/2022). (Dokumentasi TribunnewsSultra)

Apalagi, pandemi Covid-19 juga menjadi tantangan yang berat bagi industri jasa keuangan.

Meski demikian, dia berharap merebaknya varian baru omicron belakangan ini ke depannya tidak berdampak signifikan terhadap industri jasa keuangan.

“Ke depannya tentu diharapkan tidak ada kasus yang signifikan yang mengakibatkan atau berdampak buruk terhadap industri jasa keuangan,” katanya.

Terkait kasus pinjaman online atau pinjol di Sultra, menurut Arjaya, sejauh ini belum ditemukan pelanggaran dan laporan yang masuk di OJK Sultra.

“Kami juga berharap masyarakat Sultra lebih jeli dan pintar apabila mereka lagi butuh pinjol maka harus dilihat mana yang legal maupun ilegal,” jelasnya.(*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved