HUT TribunnewsSultra

Kepala OJK Sultra Paparkan Kinerja Perbankan di 2021 dan Proyeksi 2022, Optimis Terus Meningkat

Kepala Otoritas Jasa Keungan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra), Arjaya Dwi Raya memaparkan kinerja perbankan pada tahun 2021 lalu.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Dokumentasi TribunnewsSultra
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Arjaya Dwi Raya memaparkan kinerja perbankan 2021 dan proyeksi 2022 dalam rangka Live Special 1st Anniversary TribunnewsSultra.com, Jumat (18/2/2022). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara (Sultra), Arjaya Dwi Raya memaparkan kinerja perbankan pada tahun 2021 lalu.

Arjaya menyampaikan pemaparan tersebut dalam Live Special 1st Anniversary TribunnewsSultra.com yang digelar secara virtual, Jumat (18/2/2022).

Selain Kepala OJK Sultra, digital activity tersebut menghadirkan sejumlah pejabat seperti Bupati Konawe Utara, Ruksamin, Plt Kepala Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Taufik Ariesta Ardhiawan dan lainnya.

Arjaya Dwi Raya mengatakan dengan melihat kondisi yang dialami Indonesia saat ini terkhusus Sulawesi Tenggara di masa pandemi memang sangat memprihatinkan.

"Namun kinerja perbankan dapat dikatakan cukup baik, berdasarkan data pertumbuhan kinerja perbankan khususnya aset pada periode Desember 2021 tumbuh 11,62 persen," ucapnya.

Baca juga: Ruksamin Sebut Vaksinasi Covid-19 di Konawe Utara Capai 99,8 Persen: Berkat Suport dari Masyarakat

Lebih lanjut, jika dilihat pada bank umum konvensional, pertumbuhan ini selaras dengan fungsi intermediasi sebesar 107,80 persen, dengan risiko kredit Non Performing Loan (NPL) 1,80 persen.

Dengan catatan tersebut, maka hal ini mengindikasikan walau pandemi Covid-19, sektor bisnis mengalami penurunan namun pertumbuhan kredit meningkat.

"Artinya permintaan kredit ini lebih tinggi daripada masyarakat menyimpan dananya, dengan begitu dapat dikatakan kegiatan ekonomi masih dapat dikatakan meningkat," ucapnya.

Meski di tengah pandemi kualitas kredit yang diberikan tetap terjaga yakni sebesar 1,80 persen dengan batasan threshold sebesar 5 persen.

Sementara itu, pada bank umum syariah juga turut tumbuh positif pada periode Desember 2021 sebesar 15 persen disertai fungsi intermediasi sebesar 109,05 persen.

Baca juga: BPS Sulawesi Tenggara Catat Pertumbuhan Ekonomi Sultra Triwulan IV 2021 Sebesar 7,66 Persen

"Kemudian dengan risiko kredit Non Performing Loan (NPL) sebesar 1,09 persen, dapat dikatakan masih sangat rendah dari batas yang telah ditentukan," tuturnya.

Sementara itu, pada sektor ekonomi didominasi penyaluran kredit pada sektor pemilikan peralatan rumah tangga, pertanian, perburuan, kehutanan dengan pertumbuhan signifikan sebesar 100,71 persen.

Arjaya menuturkan, dengan pertumbuhan signifikan tersebut, dapat diindikasikan walau di tengah pandemi, kinerja perbankan masih dalam kategori cukup baik.

"Dilihat kendala yang dihadapi saat ini yakni pertumbuhan kredit di Sultra pencapaiannya tidak bisa meningkat seperti sebelum pandemi Covid-19, tapi harapan ke depan akan terus meningkat," tuturnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved