Berita Sulawesi Tenggara

Kronologi Penangkapan Anggota Polres Wakatobi Bersama Wanita dan 5 Jaringan Narkoba di Kendari

kronologi penangkapan anggota Kepolisian Resor atau Polres Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Aipda Akbar Sarman.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
kolase foto (handover)
Pekerjaan haram seorang oknum polisi terungkap setelah ditangkap bareng wanita cantik disalah satu hotel di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Oknum polisi berinisial Aipda AS yang bertugas di Kepolisian Resor atau Polres Wakatobi, Provinsi Sultra, malah menjadi sindikat pengedar narkoba. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut kronologi penangkapan anggota Kepolisian Resor atau Polres Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Aipda Akbar Sarman.

Aipda Akbar Sarman ditangkap Direktorat Reserse dan Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sultra usai diduga jadi sindikat pengedar narkoba.

Aipda Akbar Sarman ditangkap di salah satu hotel di Kota Kendari, dengan seorang perempuan bernama Asriani Arsyad (31), pada Rabu (2/2/2022) sekira pukul 21.43 Wita.

Tak hanya itu, hasil pengembangan kasus itu, polisi juga menangkap 5 terduga sindikat pengedar narkoba jaringan anggota Polres Wakatobi itu.

Direktur Reserse dan Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sultra, Kombes Pol M Eka Faturrahman menjelaskan, pihaknya pertama kali menangkap Aipda Akbar bersama teman wanitanya di hotel.

Baca juga: Anggota Polres Wakatobi Ditangkap Bersama Seorang Wanita di Kamar Hotel, Diduga Pengedar Narkoba

"Kami menemukan barang bukti dua paket sabu seberat 0,95 gram narkotika jenis sabu," kata Kombes Pol M Eka Faturrahman.

Aparat kepolisian selanjutnya mengembangkan kasus tersebut, dengan menangkap seorang bernama Rudi (34) di Kapal Motor atau KM Bunda Maria yang bersandar di Pelabuhan Wanci, Kota Kendari.

Polisi kembali menyita 29 paket sabu seberat 10,50 gram saat hendak dibawa diedarkan ke Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sultra.

"Sabu itu milik tersangka Aipda Akbar, untuk diedarkan di Wakatobi melalui tersangka ketiga (Rudi)," beber Eka.

Dari hasil pemeriksaan, polisi kembali mencokok satu tersangka lain yakni Herman (42).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved