Selasa, 19 Mei 2026

Sempat Menolak, Arteria Dahlan Akhirnya Mau Minta Maaf atas Polemik Bahasa Sunda

Sempat menolak untuk meminta maaf, akhirnya Arteria Dahlan mau menyampaikan permohonan maafnya atas polemik bahasa sunda yang dibuatnya.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Wahid Nurdin
zoom-inlihat foto Sempat Menolak, Arteria Dahlan Akhirnya Mau Minta Maaf atas Polemik Bahasa Sunda
Kompas.com / Dani Prabowo
Anggota Komisi II DPR F-PDIP Arteria Dahlan meminta Kepala Kejaksaan Tinggi yang berbahasa Sunda agar dicopot dari jabatannya, kini akhirnya mau meminta maaf 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Sempat menolak, anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan akhirnya mau meminta maaf maaf atas pernyataannya yang meminta kejaksaan tinggi (kajati) berbahasa Sunda dalam rapat dicopot.

Permintaan Arteria Dahlan yang ia lotarkan itu pun sontak menimbulkan kegaduhan karena dianggap menyinggung masyarakat Sunda, Jawa Barat (Jabar).

Dilansir TribunnewsSultra.com dari Kompas.com, permohonan maaf ini disampaikan Arteria setelah memberikan klarifikasi atas pernyataannya itu kepada Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanyo dan Ketua DPP PDI-P Komarudin Watubun di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

"Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu,” ujar Arteria, dikutip dari siaran pers, Kamis (20/1/2022).

Arteria juga menghadap pimpinan Fraksi PDI-P di Kantor Fraksi PDI-P di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis siang.

Baca juga: Ridwan Kamil Tuntut Permintaan Maaf Arteria Dahlan soal Pencopotan Kajati: Orang Sunda itu Pemaaf

Setelah itu, Arteria Dahlan kembali menyampaikan permohonan maafnya.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat, kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, semualah, karena saya menganggap orang Sunda itu bagian dari keluarga besar kami," sebut Arteria.

Arteria menjelaskan, pernyataannya tersebut tak bermaksud untuk mindskreditkan warga Sunda.

Ia bermaksud agar tak ada lagi kajati yang menggunakan pendekatan kesukuan ketika bekerja.

"Kalau dilihat betul kan saya bicaranya pak JA yang saya sayangi itu 15 menit semuanya untuk kejaksaan semua puji, baik-baik untuk instansi kejaksaan. Ini ada sedikit kritik ada kajati, jadi bukan bicaranya orang Sunda," jelas Arteria.

Baca juga: Diminta Arteria Dahlan untuk Copot Kajati Berbahasa Sunda, PDIP Jabar: Mohon Jaksa Agung Tak Penuhi

"Ini murni dari saya pribadi selaku anggota DPR RI dalam menjalankan tugas-tugas pengawasan, tidak ada kaitan dengan fraksi atau dengan partai kami, dan pastinya tidak ada maksud untuk rasis atau merendahkan bahasa atau suku Sunda," lanjut Arteria.

Arteria pun menyadari pernyataannya menimbulkan kegaduhan.

"Saya akan lebih bekerja secara silent tetapi mencapai sasaran penegakan hukum. Sekali lagi terima kasih atas semua kritik dan masukan yang diberikan kepada saya," kata Arteria.

Sempat Menolak

Sebelum akhirnya mau meminta maaf, Arteria sempat tak ingin untuk menyampaikan permohonan maaf.

Baca juga: Terungkap Perilaku Anggita Pasaribu Rindu, Istri Jenderal TNI Eks Dandim Pemaki Ibu Arteria Dahlan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved