Diminta Arteria Dahlan untuk Copot Kajati Berbahasa Sunda, PDIP Jabar: Mohon Jaksa Agung Tak Penuhi

Ribut soal pernyataan anggota DPR RI Arteria Dahlan, pihak partai yang menaunginya yakni PDI Perjuangan (PDIP) pun angkat bicara.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ifa Nabila
Kompas.com / Dani Prabowo
Anggota Komisi II DPR F-PDIP Arteria Dahlan meminta Kepala Kejaksaan Tinggi yang berbahasa Sunda agar dicopot dari jabatannya. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Ribut soal pernyataan anggota DPR RI Arteria Dahlan, pihak partai yang menaunginya yakni PDI Perjuangan (PDIP) pun angkat bicara.

Ono Surono selaku Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat (Jabar), memberi tanggapannya mengenai pernyataan kontroversial Arteria Dahlan.

Diketahui bahwa Arteria Dahlan mengusulkan agar seorang Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang berbicara Sunda saat rapat dipecat.

Anggota Komisi IV DPR RI itu meminta agar Jaksa Agung Burhanuddin ST tak menuruti permintaan Arteria Dahlan tersebut.

"Terkait pernyataan saudara Arteria Dahlan yang meminta Kajati Jabar dipecat karena menggunakan bahasa Sunda saat rapat, maka saya mohon kepada Bapak Jaksa Agung, tidak memenuhi permintaan tersebut," ujar Ono, Rabu (19/1/2022) seperti dilansir TribunnewsSultra.com dari Kompas.com.

Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono didampingi ketua DPC PDIP Garut Yudha Pudja Turnawan saat diwawancara wartawan, Jumat (18/10/2019).
Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono didampingi ketua DPC PDIP Garut Yudha Pudja Turnawan saat diwawancara wartawan, Jumat (18/10/2019). (KOMPAS.com/ARI MAULANA KARANG)

Menurut Ono, maksud Kajati Jabar Asep N Mulyana menggunakan bahasa Sunda saat rapat yaitu untuk menjalin suasana kekeluargaan dan keakraban dengan jajarannya.

Baca juga: Terungkap Perilaku Anggita Pasaribu Rindu, Istri Jenderal TNI Eks Dandim Pemaki Ibu Arteria Dahlan

Selain itu, penggunaan bahasa daerah tersebut tak bermaksud macam-macam.

Ono pun mengingatkan rekan sesama kader PDIP itu, bahwa dalam sejarah hidup Bung Karno serta kemerdekaan Indonesia tak terlepas dari peran Jbar dan orang Sunda.

Ono juga menuturkan bahwa sosok Marhaen yang menjadi cikal bakal marhaenisme yang diusung oleh PDIP merupakan seorang petani kecil asal Jabar.

Diketahui bahwa, makam Marhaen pun berada di Bandung, Jabar.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved