Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Aktivitas Tambang PT Cinta Jaya di Konawe Utara Diduga Ilegal, Konsperman Laporkan ke Kejati Sultra

Konsorsium Pemerhati Hukum dan Lingkungan Sulawesi Tenggara atau Konsperman Sultra seruduk Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra).

Penulis: Husni Husein | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Konsperman Sultra Seruduk Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Jumat (14/1/2022) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Konsorsium Pemerhati Hukum dan Lingkungan Sulawesi Tenggara atau Konsperman Sultra seruduk Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra).

Diketahui, puluhan massa ini datang menuntut di Kejati Sultra untuk bersikap tegas dalam menuntaskan dugaan illegal mining yang dilakukan PT Cinta Jaya.

PT Cinta Jaya merupakan perusahaan yang beroperasdi di Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penanggung Jawab Aksi, Sardi dalam orasinya menyeru Kejati saat ini lemah akan penanganan tindak pidana terpadu.

"Masih yakin dan percaya kepada kejaksaan dalam upaya penanganan dan pencegahan tindak pidana terpadu," teriaknya, Jumat (14/1/2022).

Baca juga: Kejati Sulawesi Tenggara Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Mafia Tanah di Toronipa Konawe

Lanjut dalam orasinya memberikan contoh nyata terhadap vonis pidana Direktur PT Thosida Indonesia dengan status buron, begitu pula Kabid Minerba Non Aktif, Yusmin.

"Dalam perkara PT Cinta Jaya ini saya siap mempresentasikan memakai power point tentang dugaan tindak pidana kejahatan lingkungan dilakukan Direktur PT Cinta Jaya dan 5 Direktur JO lainnya," tuturnya.

"Kami secara kelembagaan menaruh kepercayaan tingkat tinggi kepada Kepala Kejati Sultra dalam persoalan ini tuntas tanpa pandang bulu," imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Nukman Said mengatakan PT Cinta Jaya saat ini bergerak tanpa bukti administrasi yang lengkap seperti RKAB.

Kata dia, seharusnya saat ini perusahaan tersebut harus dihentikan aktivitasnya, sebab perusahaan jelas melanggar aturan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2020.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Ditangani Polda dan Kejati di Sulawesi Tenggara, Pertambangan hingga Perbankan

"Aduan kami secara resmi kami masukan setelah salat Jumat serta bukti menguatkan kami sudah rangkum dan siap disodorkan ke penegak hukum," bebernya. (*)

(TribunewsSultra.com/Husni Husein)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved