Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Kejati Sulawesi Tenggara Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Mafia Tanah di Toronipa Konawe

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) segera menetapkan tersangka kasus mafia tanah di Toronipa, Kabupaten Konawe.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Fadli Aksar
Kepala Seksi Penerangan Hukum atau Kasipenkum Kejati Sultra Dody 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kejati Sultra) segera menetapkan tersangka kasus mafia tanah di Toronipa, Kabupaten Konawe.

Kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan sejak akhir tahun 2021 lalu dan sebanyak 31 saksi telah diperiksa.

Kasus mafia tanah tersebut terkait dugaan korupsi pengalihan aset milik Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO).

Diketahui, aset milik LPPM UHO itu berlokasi di Kelurahan Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sultra.

Kepala Seksi Penerangan Hukum atau Kasipenkum Kejati Sultra Dody menjelaskan, usai memeriksa saksi penyidik juga telah mengantongi nama calon tersangka.

Baca juga: Gubernur Ali Mazi Sebut Pemberian Sertifikat ke Masyarakat Sulawesi Tenggara Guna Cegah Mafia Tanah

Rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan menetapkan tersangka berdasarkan alat bukti yang ditemukan dalam pemeriksaan saksi.

‚ÄúDalam perkara kasus mafia tanah, tim penyidik telah memeriksa dari berbagi elemen, hasilnya penyidik sudah mengantongi nama calon tersangka, tapi nanti akan disampaikan pimpinan," ujarnya.

Dody menjelaskan, perkara hilangnya aset UHO itu berkaitan dengan mafia tanah dalam pembangunan akses jalan wisata Toronipa yang menghabiskan anggaran sekitar Rp1,1 triliun.

"Ya erat hubungannya, kemudian mereka yang mengetahui alur ceritanya," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved