Berita Ekonomi

Lima Kebijakan Strategis Otoritas Jasa Keuangan di 2022, Ekonomi Hijau Jadi Fokus Utama

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK akan fokus pada lima inisiatif dan kebijakan strategis yang dikeluarkan pada tahun 2022.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK akan fokus pada lima inisiatif dan kebijakan strategis yang dikeluarkan pada tahun 2022.

Tahun 2022, OJK akan mereview kembali kebijakan yang sebelumnya telah dikeluarkan khususnya dalam rangka menjaga daya tahan dan mengendalikan volatilitas pasar modal dampak pandemi Covid 19.

Kebijakan yang dinilai sudah kurang relevan, tentunya akan ditinjau kembali dan selanjutnya mengambil langkah-langkah untuk melakukan normalisasi.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan kebijakan strategis itu yakni pertama mempersiapkan operasionalisasi dan infrastruktur bursa.

"Persiapan tersebut terutama legalitas pendukung penyelenggaraan bursa karbon agar Indonesia menjadi pusat perdagangan karbon dunia," ucapnya, Selasa (4/1/2022).

Baca juga: Pengamat Dr Syamsir Nur Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tenggara 2022 Bakal Menuju Tren Positif

Lanjutnya, penerapan ekonomi hijau termasuk bursa karbon akan didukung oleh taksonomi hijau yang segera akan diterbitkan.

OJK juga akan terus mengembangkan instrumen berbasis ekonomi hijau dan indeks bursa yang disebut IDX ESG Leaders Index dan Indeks Sri Kehati.

Hal tersebut, kata Wimboh Santoso untuk meningkatkan peran emiten dalam mengimplementasikan kaidah ekonomi hijau.

"Kebijakan kedua yakni selain dari sisi instrumen investasi, OJK juga akan memperluas basis emiten di antaranya melalui sekuritisasi aset dan pembiayaan proyek strategis," ujarnya.

Hal tersebut, guna mendukung kebutuhan pembiayaan infrastruktur 2020-2024 yang berkisar di angka Rp6.445 triliun (Bappenas, RPJMN 2020-2024).

Baca juga: Sepanjang 2021 Penjualan Mobil Bekas di UD Mega Utama Motor 2 Kendari Capai 10 Unit per Bulan

Wimboh menuturkan OJK akan terus mengakomodir calon emiten perusahaan start-up berbasis teknologi.

Kata dia, untuk melakukan penawaran umum di bursa domestik melalui kebijakan akomodatif dengan mengeluarkan POJK No 22 Tahun 2021 tentang Multiple Voting Share pada Desember 2021.

Ketiga yakni perluasan dan percepatan pelaku UMKM untuk masuk ke pasar modal melalui platform Securities Crowdfunding.

Serta, optimalisasi papan akselerasi UMKM yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan surat perintah kerja yang potensinya sebesar Rp74 triliun.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved