7 Saran Dokter Melakukan Diet dengan Makanan, Tips Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga Ekstra
Selain dengan makanan, diet juga dilakukan dengan olahraga dan mengonsumsi suplemen yang diklaim bisa menurunkan berat badan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-makanan-sehat-diet-tanpa-olahrga-1-Januari-2022.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berat badan menjadi perhatian beberapa orang karena kondisi tubuh yang gemuk.
Tentu saja solusinya adalah melakukan diet untuk menurunkan berat badan.
Diet sendiri memiliki berbagai jenis, termasuk diet dengan makanan.
Orang-orang akan memilih makanan tertentu untuk mengurangi asupan karbohidrat, tetapi menambah protein dan serat.
Selain dengan makanan, diet juga dilakukan dengan olahraga dan mengonsumsi suplemen yang diklaim bisa menurunkan berat badan.
Meskipun diet dengan olahraga yang berlebihan tergolong tidak baik untuk kesehatan, juga belum tentu berhasil.
Untuk itu, penting mendengarkan saran dokter saat melakukan diet untuk menurunkan berat badan.
Baca juga: 5 Manfaat Buah Kiwi: Baik Untuk Kesehatan Jantung hingga Untuk Perawatan Mata
Baca juga: 7 Manfaat Minum Air Putih bagi Kesehatan Tubuh: Cegah Pikun Dini hingga Penyakit Jantung
Berikut 7 anjuran dokter dan saran ahli gizi, tentang cara melakukan diet serta tips menurunkan berat badan dengan makanan, sebagaimana melansir Cleveland Health:
1. Tak ada makanan yang harus dihindari sepenuhnya
Menurut Jennifer Willoughby RD CSP LD, memberi label makanan baik dan buruk jutru membuat seseorang secara alami terpaku pada makanan yang tidak boleh dikonsumsi.
Meskipun hal tersebut merupakan makanan favorit.
Pada situasi ini, semakin menjauhi makanan tersebut, semakin besar kemungkinan untuk memaknannya.
“Fokuslah dengan memilih porsi yang tepat pada 80 hingga 90 persen makanan sehat setiap saat,” ujar Willoughby.
“Kemudian pasangkan dengan rutinitas olahraga yang sehat, agar dapat membantu kesuksesan penurunan berat badan jangka panjang. Dengan begitu akan menyisakan ruang untuk menikmati 'makanan buruk' yang Anda hindari, tanpa merasa bersalah."
Perasaan bersalah karena memakan makanan terlarang bisa berubah menjadi emosi tidak sehat di masa kanak-kanak, remaja, dan bahkan dewasa.