Berita Kendari

Kecamatan Abeli Tertinggi Kasus Stunting di Kendari, Pemkot Tangani dengan Benahi Kawasan Kumuh

Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi wilayah dengan kasus stunting tertinggi.

Istimewa
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi wilayah dengan kasus stunting tertinggi.

Hingga Agustus 2021, tercatat ada 75 kasus stunting di Kecamatan Abeli, utamanya di Kelurahan Puday, Poasia, dan Talia.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengakui Kecamatan Abeli punya angka kasus yang cukup signifikan dibandingkan kecamatan lainnya di Kota Kendari.

Namun, secara keseluruhan kasus stunting di Kota Kendari pada 2021 sudah sangat rendah, yakni turun dari 12,6 persen menjadi 5,6 persen.

"Itu jauh di bawah rata-rata nasional yang masih dua digit. Meski rendah, Kecamatan Abeli yang punya angka agak signifikan," kata Sulkarnain Kadir, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Lowongan Kerja Richeese Factory Kendari Buka Loker Crew Outlet, Kualifikasi dan Kelengkapan Berkas

Ia menyampaikan sebagai bagian dari konsen upaya Pemerintah Kota Kendari menangani hal tersebut dengan terus melakukan pembenahan.

Menurutnya penyebab kasus stunting tidak hanya dari satu aspek saja yakni kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan.

Sehingga penanganannya, kata Wali Kota Kendari, juga dilakukan ke semua aspek yang mempengaruhi tersebut.

Salah satunya melalui pembenahan kawasan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang saat ini dipusatkan di daerah Puday dan Lapulu.

"Kita tahu angka tertinggi itu ada di Puday, makanya progam Kotaku, kita tempatkan di sana, supaya nanti penanganannya tidak hanya dari aspek kesehatan tapi aspek lingkungan juga," ujarnya.

Baca juga: AJI Kendari dan IJTI Sultra Kecam BNNP Sulawesi Tenggara, Diduga Halang-halangi Kerja Jurnalis

"Karena stunting, yang paling berkontribusi besar adalah aspek lingkungan, BAB sembarangan tempat, kurang sumber air bersihnya dan masalah lingkungan lainnya," imbuhnya.

Diharapkan penanganan kawasan kumuh di Puday dan Lapulu, bisa membantu menangani dan mencegah kasus stunting, agar angkanya bisa berkurang secara signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg Rahminingrum menyampaikan jika hal itu perlu menjadi perhatian bersama kepala puskesmas dan seluruh jajaran, beserta camat dan lurah.

Dengan bergerak bersama-sama mengurangi atau mencegah stunting, mulai dari terus giat melakukan sosialisasi kepada ibu muda, ibu hamil di puskesmas di tiap kecamatan.

Saat diwawancarai terpisah, Kepala Bidang Balai Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Min Rahmatin mengatakan peran seorang ibu juga menentukan kasus stunting.

Baca juga: Detik-detik Presiden Jokowi Tinggalkan Bendungan Ladongi Kolaka Timur Usai Diresmikan

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved