Breaking News:

Berita Kendari

Puluhan Mahasiswa di Kendari Tolak Hasil E-Voting PEMIRA UHO 2021, Unjuk Rasa di Halaman Rektrorat

Sebelumnya Muh Luthfid Anando Aly Roza dan Mahatir Muhammad unggul perolehan suara pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Halu Oleo (UHO)

Penulis: Husni Husein | Editor: Muhammad Israjab
(Husni Husein/TribunnewsSultra.com)
Puluhan Mahasiswa Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari geruduk Rektorat tolak hasil E-voting Pemilu Raya UHO 2021, Senin (27/12/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Puluhan mahasiswa Universitas Halu Oleo atau UHO Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara, kendari unjuk rasa di halaman Rektorat tolak hasil e-voting Pemilu Raya (Pemira) UHO 2021, Senin (27/12/2021).

Sebelumnya Muh Luthfid Anando Aly Roza dan Mahatir Muhammad unggul perolehan suara pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM Universitas Halu Oleo.

Pasangan calon atau paslon nomor urut 5 ini mengungguli paslon Ketua dan Wakil Ketua BEM UHO Kendari periode 2021-2022 lainnya melalui pemilihan e-voting.

Sementara itu hasil pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) juga telah usai.

Baca juga: Jelang PEMIRA UHO 2021, Ketua GMNI Komisariat FISIP UHO: Jangan Ada Campur Tangan Birokrasi

Namun hasil e-voting pemilihan BEM Universitas Halu Oleo dianggap tidak sesuai.

Untuk itu, puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Aliansi Mahasiswa Independen menolak hasil dari Pemira UHO 2021 itu.

Koordinator lapangan, Anto Lakansai mengatakan pelaksanaan Pemira UHO 2021 itu adanya beberapa kejanggalan.

"Dari data yang kami kumpulkan pemilih yang ada di Fakultas Perikanan UHO mencapai 1155 dan fakta ini tidak sesuai di lapangan," katanya.

Sehingga puluhan mahasiswa ini meminta beberapa tuntutan diantaranya Moratorium BEM Fakultas Perikanan.

Baca juga: Pemira UHO 2021 Digelar Desember, Ini Harapan dan Komentar Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari

Sebab banyaknya kejanggalan dengan sistem Pemira UHO 2021 ini.

"Bubarkan Mahkamah Sengketa Organisasi Kampus (MSOK) sebab MSOK ini tidak berjalan independen sebagai mestinya," ucapnya saat orasi.

Kata dia, MSOK hanya sebagai alat pelengkap struktur dalam Pemira dan tidak lebih dari itu.

"Cabut dan evaluasi SK Rektor 853a karena dalam SK tidak dijelaskan Pemira UHO 2021 berjalan secara e-voting," ungkapnya.

Pantauan TribunnewsSultra.com, aksi berjalan dengan kondusif walaupun sempat terjadi ketegangan antara pihak keamanan kampus menghalau masa masuk ke dalam Gedung Rektorat.

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved