Breaking News:

Berita Kendari

Pemuda di Kota Kendari Diringkus Polisi, Hendak Edarkan Ganja, Dipesan Via WhatsApp

Seorang pemuda di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dwi Cahyono (28) diringkus polisi.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
Istimewa
Wakil Kepala Kepolisian Resor atau Wakapolres Kendari Kompol Alwi dan Kasatresnarkoba IPTU Ridwan Koto saat merilis pengungkapan tindak pidana narkotika di Mapolres Kendari, Jl DI Panjaitan, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (26/11/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Seorang pemuda di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dwi Cahyono (28) diringkus polisi.

Dwi Cahyono diringkus Satuan Reserse dan Narkoba Kepolisian Resor atau Satresnarkoba Polres Kendari saat hendak mengedarkan 464 gram ganja.

Pemuda itu ditangkap di samping salah satu hotel di Kendari, Jl Sorumaba, Kelurahan Wawowanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Provinsi Sultra, Jumat (19/11/2021) lalu.

Wakil Kepala Kepolisian Resor atau Wakapolres Kendari Kompol Alwi membeberkan kronologi penangkapan.

Penangkapan bermula ketika aparat kepolisian mendapatkan informasi mengenai adanya transaksi narkotika.

Baca juga: Tahanan Narkoba di Polsek Poasia Kendari Ajar Rekannya Baca Alquran hingga 4 Kali Khatam 30 Juz

Setelah diselidiki ternyata benar, pemuda tersebut tampak mencurigakan sehingga polisi menggeledah tersangka.

"Kami langsung menghampiri dan menginterogasi pemuda tersebut, kemudian menggeledah, ditemukan satu paket diduga ganja," ujar Kompol Alwi didampingi Kasatnarkoba IPTU Ridwan Koto, Jumat (26/11/2021).

Tersangka mengaku sudah tiga kali memesan paket ganja melalui aplikasi WhatsApp Messenger dan diterima melalui jasa pengiriman.

Namun pengiriman yang ke-3 kali belum sempat diedarkan, karena lebih dulu ditangkap Satresnarkoba Polres Kendari

"Tersangka mengaku keuntungan dari menjual paket ganja sebelumnya senilai Rp12 juta," ungkapnya.

Baca juga: Gencarkan Kota Tanggap Ancaman Narkoba Lewat Workshop, BNN Sultra dan Kendari Libatkan Forkopimda

Dwi Cahyono selanjutnya digelandang ke Mapolres Kendari dan dimasukkan ke sel tahanan Satresnarkoba.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Dwi Cahyono dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 subsider 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tersangka terancam pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama seumur hidup," tandasnya.(*)

(TribunnewSultra.com/Fadli Aksar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved