Berita Sulawesi Tenggara
8 Teroris di Kawasan Citraland Kendari Ditangkap Dalam Simulasi Sat Brimob Polda Sultra, Bom Meledak
Penangkapan teroris ini merupakan simulasi yang digelar Detasemen Gegana Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah atau Brimob Polda Sultra.
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/teroris-perumahan-elit-citraland-kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 8 teroris berhasil ditangkap di kawasan perumahan elit Citraland Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (25/11/2021) pagi.
Penangkapan teroris ini merupakan simulasi yang digelar Detasemen Gegana Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah atau Brimob Polda Sultra.
Simulasi ini dipimpin Pelaksana tugas (Plt) Komandan Gegana Brimob Polda Sultra AKP I Gusti Komang Sulastra.
Latihan ini memilih lokasi perumahan elit Citraland, Jl ZA Sugianto, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sultra.
Baca juga: 80 Personel Polres dan Brimob Polda Sultra Dikerahkan Amankan Kerusuhan di Buton, Situasi Terkendali
Simulasi penanggulangan teror ini melibatkan 90 personel Gegana, 10 kendaraan dan alat taktis lainnya.
Latihan ini menghabiskan 800 butir amunisi hampa dan 29 pucuk senjata dengan berbagai jenis.
Skenario Serangan Teroris
Berdasarkan informasi intelijen, akan ada serangan kelompok teroris di kawasan objek viral dan kantor pemerintah di Sultra.
Selanjutnya, tim gegana mengecek informasi tersebut dan langsung melakukan pembuntutan.
Dua orang berhasil ditangkap, namun sejumlah teroris yang lain melarikan diri menggunakan mobil masuk ke kawasan Citraland.
Baca juga: Eks Mentan Amran Sulaiman Diperiksa di Polda Sultra, Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang di Konut
Detasemen Gegana Brimob Polda Sultra menerjunkan personel untuk melakukan penangkapan.
Saat tim Gegana antiteror melakukan penetrasi, para teroris menyerang secara brutal dan meledakkan bom untuk membuat kepanikan.
Tim Sharpshooter mengambil posisi untuk mengamankan tim serta lokasi, namun terjadi kontak senjata dengan para teroris.
Tak hanya saling tembak, teroris ini kemudian kembali meledakkan bom untuk menciptakan suasana kepanikan.
Di tengah kontak tembak, sekelompok teroris ini terpojok dan melarikan diri ke wahana permainan air waterboom.