OPINI

OPINI: Pendidikan dan Model Pembelajaran di era Digital

Era ini memberikan peluang kepada peserta didik untuk memperoleh sumber pengetahuan yang berlimpah dari berbagai sumber internet yang mudah diakses

Handover
Satya Darmayani, S.Si.,M.Eng Dosen Tetap di Institusi Poltekkes Kemenkes Kendari Jurusan Teknologi Laboratorium Medis 

Internet memiliki banyak fasilitas yang memungkinkan terbentuknya suatu sistem pembelajaran yang baru atau yang lebih popular disebut pembelajaran berbasis web atau e-learning.

Revolusi industri dan teknologi menyebabkan perkembangan di masyarakat, selanjutnya mempengaruhi paradigma pembelajaran sehingga revolusi tren pembelajaran bergeser dari tradisional/konvensional menuju arah digitalisasi.

Baca juga: OPINI : Hutan Rusak, Salah Siapa?

Di bidang pengajaran umum dapat menggunakan model pembelajaran Flipped Classroom (Kelas Terbalik), sedangkan di bidang kesehatan karena berkaitan dengan manusia, sehingga lebih dirasa cocok menggunakan blended learning/flipped classroom.

Teknologi informasi dan komputerisasi dapat diarahkan untuk membantu proses pembelajaran, perekapan dan pelaporan administrasi, simulasi laboratorium, dan sekarang mulai dipersiapkan tele-medicine untuk dapat mengatasi masalah jarak antara pasien dan dokter.

Terdapat 6 hal yang menjadi tren pembelajaran masa kini, yaitu:

1. Online education, saat ini pembelajaran mulai dapat dilakukan secara online/daring sebagai contoh berupa video pembelajaran.

2. Competency based education, saat ini pembelajaran banyak yang kurikulumnya berbasis kompetensi terutama pada program studi profesi tertentu.

3. Income share agreements, hal ini untuk meringankan beban individu untuk menempuh pendidikan tinggi, dapat juga berupa beasiswa pendidikan dan atau riset, ikatan dinas, atau piutang yang dapat dibayarkan sesudah mendapat pekerjaan dengan cara mencicil dari gaji.

4. Online program manager, institusi dan pengelola pendidikan sudah seharusnya memiliki sistem manajemen pembelajaran (learning management system) yang terstruktur, misalnya MOOC, atau aplikasi virtual learning lainnya yang dikelola oleh institusi.

5. Enterprise training companies, biasanya diselenggarakan oleh institusi pendidikan formal bekerjasama dengan mitra-mitra industry, dalam bentuk kegiatan magang, kuliah lapangan, rotasi observasi di Puskesmas/Rumah Sakit.

6. Transnational education (world class university), saat ini untuk dapat eksis di dunia, maka setiap institusi mulai mengarah ke internasionalisasi, bentuk kegiatan dapat berupa pertukaran pelajar ke luar negeri, mengadakan seminar internasional, bahkan menerima mahasiswa asing. 
 

Baca juga: Opini: Perayaan Kemerdekaan dan Cengkraman Asing

Menurut Prof Richardus Eko Indrajir (2021) dalam kegiatan Webinar Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital, disampaikan bahwa di era digital ini semua pendidik harus memiliki literasi digiyal yang tinggi dan menguasai Cyber Pedagogy.

Jadi melalui cyber pedagogy ini maka tugas pendidik dalam mengajar dan membentuk kepribadian untuk peserta didik dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan teknologi internet.

Harapannya tentulah semua pihak dalam ekosistem Pendidikan harus memiliki digital literasi, baik itu selaku pendidik, peserta didik, maupun masyarakat sekitar. (*)


 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved