Berita Kendari

Harga Cabai Keriting di Kendari Merangkak Naik, Pedagang Sebut Suplai Kurang, Sudah Terjadi Sepekan

Harga cabai keriting di beberapa pasar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) merangkak naik.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Cabai keriting di beberapa pasar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan harga, Selasa (26/10/2021). Kenaikan harga tersebut terjadi sejak sepekan ini. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Harga cabai keriting di beberapa pasar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) merangkak naik.

Hal itu berdasarkan pantauan TribunnewsSultra.com, Selasa (26/10/2021), saat menyambangi Pasar Anduonohu dan Pasar Korem Mandonga.

Salah satu pedagang di Pasar Andonuhu Kendari, Narwia (48) mengatakan harga cabai keriting mengalami kenaikan dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Narwia menuturkan cabai keriting jualannya dibeli dari Pasar Baruga Kendari dengan harga Rp40 ribu per kilogram.

"Bahkan pada saat musim kemarau belakangan ini pernah sempat naik hingga Rp80 ribu per kilogram," ujar Narwia saat ditemui di Pasar Anduonohu Kendari, Selasa (26/10/2021).

Baca juga: Sulawesi Tenggara Raih Predikat Provinsi Cukup Informatif dari KI Pusat, Sebelumnya Tidak Informatif

Katanya, dengan melihat perubahan harga tersebut, penghasilan cabai keriting tidak menentu, tetapi ia tetap menjualnya.

Di tempat lain, salah satu pedagang di Pasar Korem Mandonga, Sarah (32) mengatakan harga cabai keriting juga mengalami kenaikan di pasar tersebut.

Kata dia, cabai keriting yang dijualnya dengan harga Rp35 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.

Sarah mengatakan kenaikan tersebut karena agen penyuplai dari Enrekang, Sulawesi Selatan juga menaikkan harga cabai.

"Sudah sekitar satu pekan ini harga cabai keriting mengalami kenaikan," ujarnya.

Baca juga: Apel Dibanderol Mulai Rp26 Ribuan di Hypermart Kendari, Berikut Ini Harga Buah-buahan di Pasar Buah

Hal itu senada dengan penjual lainnya di tempat yang sama, Idah (54) menawarkan cabai keriting seperti harga yang dijual oleh Sarah.

Idah menduga kenaikan harga ini karena tingginya minat pembeli dibandingkan jumlah yang ada di perkebunan.

Namun kata dia, hal itu berbeda untuk cabai biasa yang mengalami penurunan harga mulai dari Rp60 ribu per kilogram, kini tinggal Rp40 ribu per kilogram.

Untuk diketahui, di beberapa wilayah, dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), bahkan harga cabai merah keriting dibanderol di atas Rp50 ribu per kilogram.

Seperti di Tual, Maluku, sebesar Rp87.500 per kilogram, Mimika, Papua Rp67.500 per kilogram, dan Pematang Siantar, Sumatera Utara Rp53.000 per kilogram.

Baca juga: Tiga Hari Lagi Harga Tes PCR Turun Jadi Rp300 Ribu, Sama Rata di Semua Wilayah PPKM Level 3

Padahal, di wilayah lainnya harga cabai merah keriting masih di bawah Rp20 ribu, seperti Sumenep, Jawa Timur Rp15.750 per kilogram.

Kemudian, Kupang, NTT Rp18.750 per kilogram, dan Makassar, Sulawesi Selatan, dipatok Rp16.250 per kilogram. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved