Senin, 27 April 2026

Kendari Kita

Pemkot Bentuk Rumah Dataku Kelurahan Mokoau Kendari, Pusat Informasi Data Penduduk

Sulkarnain mengatakan, saat ini kondisi KB di Kota Kendari cukup bagus. Didukung dengan upaya Pemkot Kendari menekan angka stunting

Tayang:
zoom-inlihat foto Pemkot Bentuk Rumah Dataku Kelurahan Mokoau Kendari, Pusat Informasi Data Penduduk
(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Peresmian rumah dataku di kelurahan Mokoau, Kendari (25/10/2021) 

Begitupun dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari Jahudding, mengatakan rumah data tersebut diharapkan bisa menyiapkan database atau data mikro terkait kependudukan. 

Sehingga dengan data tersebut, maka perencanaan dan pelaksanaan kependudukan dan keluarga berencana sesuai dengan sasaran. 

Baca juga: Ada Hadiah Spesial Nikahan Jessica Iskandar dari Raffi Ahmad, Suami Nagita Slavina Janji Rp50 Juta

Jahudding menyebut jika program ini sesuai dengan pokja kampung KB, melalui penerapan 8 fungsi keluarga, diantaranya peran ekonomi, agama, sosial budaya, perlindungan reproduksi dan seterusnya. 

"Misalnya faktor pendidikan, ada anak-anak yang tidak sekolah kita mencoba merinci apa yang menjadi masalah. Kemudian kami mencarikan solusi, mendampingi ke instansi terkait. Inilah tujuan diadakannya pokja kampung KB," jelasnya. 

selain itu, untuk pasangan usia subur yang menjadi sasaran KB di Kota Kendari sekiranya ada 30 persen dari jumlah penduduk termasuk penggunaan alat kontrasepsi sudah di atas 70 persen. 

"Dari 7 alat kontrasepsi yang secara terus menerus dilayani. Kita rata-rata sudah di atas target kecuali jangka pendek seperti pil dan suntik. Tapi khusus jangka panjang seperti implan, itu sudah melampaui target di atas 100 persen," jelasnya. 

Ia menjelaskan jika alat kontrasepsi jangka pendek tidak bisa digunakan karena sudah tidak diedarkan, dengan harapan masyarakat beralih ke penggunaan jangka panjang yang lebih berpotensi memeiliki resiko kegagalan kehamilan.

Selain itu, Perwakilan BKKBN Sultra Asmar menyebut jika rumah data bisa menjadi rujukan instansi terkait, jika membutuhkan data. 

Baca juga: Ibu Kaget Tutup Sumur Kondisi Terbuka, Anaknya yang Gangguan Jiwa Ternyata Tercebur

"Karena data tersebut akan terintegrasi dari berbagai kementerian. Misalnya butuh data dari dinas sosial, soal PKH bisa di dapat disitu," jelasnya. 

Ia menyampaikan dukungan dari BKKBN Sultra terkait program KB ini adalah membentuk tim pendamping keluarga. 

Khususnya yang rentan terjadi stunting, biasanya stunting terjadi di keluarga yang kurang mampu. 

Dengan memberi edukasi agar bisa merawat kehamilan dan kesehatan lainnya untuk pencegahan stunting

"Jadi kami dampingi supaya bisa terpenuhi kebutuhan gizinya terutama ibu hamil dan calon pengantin, mereka sehat ketika hamil dan berdampak pada bayinya ketika lahir," tutupnya. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved