Kendari Kita
Pemkot Bentuk Rumah Dataku Kelurahan Mokoau Kendari, Pusat Informasi Data Penduduk
Sulkarnain mengatakan, saat ini kondisi KB di Kota Kendari cukup bagus. Didukung dengan upaya Pemkot Kendari menekan angka stunting
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/rumah-dataku.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota Kendari hadirkan Rumah Dataku di Kelurahan Mokoau Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DPPKB Kota Kendari, Rumah Dataku Kelurahan Mokoau yang diresmikan Senin (25/10/2021) ini bisa memberikan informasi yang lebih update kepada seluruh kader dan masyarakat yang ada di Mokoau.
Termasuk informasi edukasi mengenai 8 fungsi keluarga.
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyebut jika sejauh ini DPPKB yang ada di benak sebagian masyarakat hanya terkait kontrasepsi, alat kb, susuk, spiral dan seterusnya.
Padahal ada 7 fungsi lain seperti fungsi keagamaan, lingkungan, sosial budaya, ekonomi dan seterusnya.
Baca juga: Sinopsis Film Venom 2: Let There Be Carnage, Tom Hardy Diburu Woody Harrelson
Sehingga menurut Sulkarnain hal itu perlu di dorong dan sosialisasikan agar Kota Kendari menjadi Kota layak huni.
"Kita berharap ini juga bisa didorong lewat kader yang tersebar di Kota Kendari. Paling tidak sekarang sudah ada 27 kampung KB di Kota Kendari bisa diperankan lebih baik. Sehingga muaranya kepada kota layak huni," kata Sulkarnain.
Sulkarnain mengatakan, saat ini kondisi KB di Kota Kendari cukup bagus.
Didukung dengan upaya Pemkot Kendari menekan angka Stunting, salah satunya melalui program kampung KB.
Angka Stunting di Kota Kendari sudah sangat turun, berdasarkan data di tahun 2015 angka stunting mencapai 15,2 persen, sementara di 2021 ini Pemkot Kendari bisa menekan angka stunting hingga 5,6 persen.
Sementara angka Stunting tertinggi yaitu di Buton sekiranya 35 persen.
Baca juga: Sinopsis Film Venom, Tom Hardy Kerasukan Alien, Dipecat hingga Punya Misi Selamatkan Dunia
"Artinya itu angka yang sangat signifikan lebih dari 50 persen bisa kita tekan. Bahkan tersisa 30 persen. Harapannya ini bisa kita optimalkan dan bisa turun terus," tuturnya.
Lanjutnya, karena dampak penurunan angka stunting dan bisa dihindarkan dari anak-anak, tentu berpengaruh pada kualitas, kemampuan sumber daya manusia anak-anak ke depan.
Didorong dengan data lebih valid, serta kader-kader yang nantinya lebih berkolaborasi dan kreatif untuk membantu pencegahan stunting di masyarakat.
"Kita akan dapati anak-anak kita mampu bersaing, punya kualitas dan kapasitas yang mumpuni untuk bisa menjawab tantangan di masa yang akan datang," ujarnya.