Sabtu, 9 Mei 2026

Kendari Kita

Pemkot Bentuk Rumah Dataku Kelurahan Mokoau Kendari, Pusat Informasi Data Penduduk

Sulkarnain mengatakan, saat ini kondisi KB di Kota Kendari cukup bagus. Didukung dengan upaya Pemkot Kendari menekan angka stunting

Tayang:
zoom-inlihat foto Pemkot Bentuk Rumah Dataku Kelurahan Mokoau Kendari, Pusat Informasi Data Penduduk
(Amelda Devi Indriyani/TribunnewsSultra.com)
Peresmian rumah dataku di kelurahan Mokoau, Kendari (25/10/2021) 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Kota Kendari hadirkan Rumah Dataku di Kelurahan Mokoau Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana atau DPPKB Kota Kendari, Rumah Dataku Kelurahan Mokoau yang diresmikan Senin (25/10/2021) ini bisa memberikan informasi yang lebih update kepada seluruh kader dan masyarakat yang ada di Mokoau. 

Termasuk informasi edukasi mengenai 8 fungsi keluarga.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menyebut jika sejauh ini DPPKB yang ada di benak sebagian masyarakat hanya terkait kontrasepsi, alat kb, susuk, spiral dan seterusnya. 

Padahal ada 7 fungsi lain seperti fungsi keagamaan, lingkungan, sosial budaya, ekonomi dan seterusnya. 

Baca juga: Sinopsis Film Venom 2: Let There Be Carnage, Tom Hardy Diburu Woody Harrelson

Sehingga menurut Sulkarnain hal itu perlu di dorong dan sosialisasikan agar Kota Kendari menjadi Kota layak huni. 

"Kita berharap ini juga bisa didorong lewat kader yang tersebar di Kota Kendari. Paling tidak sekarang sudah ada 27 kampung KB di Kota Kendari bisa diperankan lebih baik. Sehingga muaranya kepada kota layak huni," kata Sulkarnain. 

Sulkarnain mengatakan, saat ini kondisi KB di Kota Kendari cukup bagus. 

Didukung dengan upaya Pemkot Kendari menekan angka Stunting, salah satunya melalui program kampung KB. 

Angka Stunting di Kota Kendari sudah sangat turun, berdasarkan data di tahun 2015 angka stunting mencapai 15,2 persen, sementara di 2021 ini Pemkot Kendari bisa menekan angka stunting hingga 5,6 persen.

 Sementara angka Stunting tertinggi yaitu di Buton sekiranya 35 persen. 

Baca juga: Sinopsis Film Venom, Tom Hardy Kerasukan Alien, Dipecat hingga Punya Misi Selamatkan Dunia

"Artinya itu angka yang sangat signifikan lebih dari 50 persen bisa kita tekan. Bahkan tersisa 30 persen. Harapannya ini bisa kita optimalkan dan bisa turun terus," tuturnya. 

Lanjutnya, karena dampak penurunan angka stunting dan bisa dihindarkan dari anak-anak, tentu berpengaruh pada kualitas, kemampuan sumber daya manusia anak-anak ke depan.

Didorong dengan data lebih valid, serta kader-kader yang nantinya lebih berkolaborasi dan kreatif untuk membantu pencegahan stunting di masyarakat. 

"Kita akan dapati anak-anak kita mampu bersaing, punya kualitas dan kapasitas yang mumpuni untuk bisa menjawab tantangan di masa yang akan datang," ujarnya. 

Begitupun dengan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari Jahudding, mengatakan rumah data tersebut diharapkan bisa menyiapkan database atau data mikro terkait kependudukan. 

Sehingga dengan data tersebut, maka perencanaan dan pelaksanaan kependudukan dan keluarga berencana sesuai dengan sasaran. 

Baca juga: Ada Hadiah Spesial Nikahan Jessica Iskandar dari Raffi Ahmad, Suami Nagita Slavina Janji Rp50 Juta

Jahudding menyebut jika program ini sesuai dengan pokja kampung KB, melalui penerapan 8 fungsi keluarga, diantaranya peran ekonomi, agama, sosial budaya, perlindungan reproduksi dan seterusnya. 

"Misalnya faktor pendidikan, ada anak-anak yang tidak sekolah kita mencoba merinci apa yang menjadi masalah. Kemudian kami mencarikan solusi, mendampingi ke instansi terkait. Inilah tujuan diadakannya pokja kampung KB," jelasnya. 

selain itu, untuk pasangan usia subur yang menjadi sasaran KB di Kota Kendari sekiranya ada 30 persen dari jumlah penduduk termasuk penggunaan alat kontrasepsi sudah di atas 70 persen. 

"Dari 7 alat kontrasepsi yang secara terus menerus dilayani. Kita rata-rata sudah di atas target kecuali jangka pendek seperti pil dan suntik. Tapi khusus jangka panjang seperti implan, itu sudah melampaui target di atas 100 persen," jelasnya. 

Ia menjelaskan jika alat kontrasepsi jangka pendek tidak bisa digunakan karena sudah tidak diedarkan, dengan harapan masyarakat beralih ke penggunaan jangka panjang yang lebih berpotensi memeiliki resiko kegagalan kehamilan.

Selain itu, Perwakilan BKKBN Sultra Asmar menyebut jika rumah data bisa menjadi rujukan instansi terkait, jika membutuhkan data. 

Baca juga: Ibu Kaget Tutup Sumur Kondisi Terbuka, Anaknya yang Gangguan Jiwa Ternyata Tercebur

"Karena data tersebut akan terintegrasi dari berbagai kementerian. Misalnya butuh data dari dinas sosial, soal PKH bisa di dapat disitu," jelasnya. 

Ia menyampaikan dukungan dari BKKBN Sultra terkait program KB ini adalah membentuk tim pendamping keluarga. 

Khususnya yang rentan terjadi stunting, biasanya stunting terjadi di keluarga yang kurang mampu. 

Dengan memberi edukasi agar bisa merawat kehamilan dan kesehatan lainnya untuk pencegahan stunting

"Jadi kami dampingi supaya bisa terpenuhi kebutuhan gizinya terutama ibu hamil dan calon pengantin, mereka sehat ketika hamil dan berdampak pada bayinya ketika lahir," tutupnya. 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved