Berita Kendari
Bunda PAUD Kota Kendari Resmikan 6 TK Negeri di Watubangga, Harap Dapat Mengurai Stunting
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Kendari Sri Lestari meresmikan enam Taman Kanak-kanak atau TK Negeri di Kota Kendari, Senin (25/10/2021).
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Sitti Nurmalasari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Kendari Sri Lestari meresmikan enam Taman Kanak-kanak atau TK Negeri di Kota Kendari, Senin (25/10/2021).
Keenam TK Negeri tersebut berada di Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sri Lestari mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mendukung implementasi peraturan Wali Kota Kendari untuk meningkatkan jumlah lembaga PAUD Negeri.
Sehingga, kata istri Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir ini, masyarakat lebih mudah mengakses layanan PAUD.
Berdasarkan program yang telah disusun, kata Sri Lestari, pihaknya akan menghadirkan 11 PAUD Negeri di 11 kecamatan di Kota Kendari.
Baca juga: Syarat Terbaru Naik Pesawat Lewat Bandara Haluoleo Kendari, Berlaku Sejak 24 Oktober 2021
"Ada beberapa pertimbangan, salah satunya agar bisa mengakomodir seluruh anak-anak kita secara merata di Kota Kendari,” kata Sri Lestari.
Menurutnya, sekolah negeri atau sekolah pemerintah, segala sarana dan prasarana, tenaga pendidikan, serta suksesnya pelaksanaan pembelajaran berada di bawah tanggung jawab pemerintah.
Diharapkan dengan terbentuknya TK Negeri ini akan mengurai potensi stunting karena di dalamnya akan ada edukasi yang diberikan kepada anak-anak.
“Alhamdulilah sampai saat ini sudah ada sembilan (PAUD) berarti kita masih punya utang dua terhadap anak-anak kita," katanya.
"Semoga kita mampu mengurai angka stunting. Ini merupakan program nasional dan kita bersyukur dari 12 persen tinggal 6,5 persen,” tuturnya.
Baca juga: Wali Kota Kendari Sebut Generasi Muda Jangan Alergi Politik, Kesbangpol dan Bawaslu Sosialisasi
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari yang diwakili Sekretaris Dikmudora, Hasyim mengatakan, sarana dan prasarana tersebut sangat penting untuk pendidikan.
Menurutnya, sebuah sekolah harus memenuhi sejumlah syarat agar bisa berjalan baik, seperti tersedianya sarana dan prasarana serta jumlah siswa juga tercapai.
"Laporan ketua panitia tadi dari enam TK ini sudah memenuhi syarat, Alhamdulilah sudah terlaksana dengan bagus," ujarnya.
"Tapi ada TK yang tidak ada gurunya, itu urusannya Kepala Peranan dan Tugas Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)," tutupnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)