Breaking News:

UHO Kendari

Gaya Hidup & Pengaruh Lingkungan Alasan Literasi di Indonesia Masih Rendah, Urutan 62 dari 70 Negara

Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi terendah.

Gaya Hidup & Pengaruh Lingkungan Alasan Literasi di Indonesia Masih Rendah, Urutan 62 dari 70 Negara
TribunnewsSultra.com/ Amelda Devi Indriyani
Seminar Nasional atau Webinar National Conference on English Language Teaching, Linguistic, and English Literature atau NCELTLEL 2021, Penguatan Literasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris, Sastra dan Linguistik, Kamis (7/10/2021).

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Di Indonesia, budaya literasi disebut-sebut masih sangat kurang. Hal tersebut, berdasarkan data terbaru yang dikutip dari laman perpustakaan.kemendagri.go.id, pada tahun 2021.

Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi terendah.

Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UHO Kendari, Dr Aderlaepe SS MHum mengatakan, rendahnya budaya literasi tersebut disebabkan oleh gaya hidup, budaya dan pengaruh lingkungan.

Ia mengatakan hal ini dalam Webinar National Conference on English Language Teaching, Linguistic, and English Literature atau NCELTLEL 2021, Penguatan Literasi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris, Sastra dan Linguistik.

Kegiatan itu diikuti oleh guru, dosen, dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia secara online melalui Zoom Meeting, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: UHO Kendari Sediakan 20 Persen Bangku Kuliah Gratis, Simak Ini Kualifikasi Mahasiswa Penerima

Selain itu, dihadiri secara offline termasuk pemateri yang berada di Sultra, di mana kegiatan tersebut berpusat di Hotel Horison Kendari.

Pemateri yang dihadirkan dalam kegiatan berasal dari seluruh Indonesia. Di antaranya, Perpustakaan RI, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa RI, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, serta akademisi.

"Selama ini kita hanya lisan saja, tapi tidak dituangkan dalam tulisan, masih lemah dalam analisis pengamatan kehidupan sosial dan menyampaikannya. Membaca dan menulis kurang," kata Dr Aderlaepe, Kamis (8/10/2021).

Oleh karena itu, dengan adanya seminar ini, Aderlaepe mengharapkan dapat menumbuhkan budaya literasi di semua kalangan, mulai dari mahasiswa hingga dosen-dosen yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.

“Outputnya kami harapkan itu bisa meningkatkan budaya literasi yang notabene saat ini budaya literasi di Indonesia masih rendah,” kata Aderlaepe.

Baca juga: 25 Dosen Non PNS FIB UHO Ikut Pengabdian Masyarakat Penguatan Kapasitas Teknik Menguji Sistem Panel

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, Prof Dr Hanna MPd juga menyampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu cara, untuk membuktikan masyarakat Indonesia juga bisa meningkatkan budaya literasi.

"Kami ingin tunjukan kepada dunia jika Indonesia bukan masyarakat bodoh karena rendah literasi. Tapi ingin kita balik, misalnya melalui analisis oleh para praktisi yang harus sesuai dengan validitas penelitian," ujarnya.

Untuk diketahui, kegiatan ini pertama kalinya dilakukan dan rencananya akan dijadikan budaya akademik setiap tahunnya. (*)

(TribunneesSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved