Warga Konawe Disambar Petir
Fakta-fakta Ayah dan Anak di Konawe Disambar Petir: Saksi Sebut Korban Terpental
Kedua warga Konawe itu - M (ayah) dan B (anak) - meninggal dunia karena disambar petir.
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Peristiwa tak terduga menimpa ayah dan anak di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (1/10/2021) sore hari.
Kedua warga Konawe, Provinsi Sutra itu - M (ayah) dan B (anak) - meninggal dunia karena disambar petir.
Kepolisian setempat langsung tangan menganani peristiwa naas ini.
Korban disambar petir kala hujar deras mengguyur di hamparan sawah.
Menurut Yusuf, dua korban warga disambar petir saat itu sedang mengangkut gabah.
Kapolsek Tongauna, Iptu Andriana Yusup, membenarkan ayah dan anak tewas disambar petir.
"Iya benar, peristiwanya bermula saat kedua korban sedang mengangkut gabah hasil panen menggunakan traktor, sekira pukul 16:00 WITA," ujar Ardiana melalui keterangan tertulisnya.
Baca juga: Kronologi Ayah dan Anak Warga Kelurahan Mataiwoi Konawe Disambar Petir saat Berada di Gubuk Sawah
Baca juga: Komoditi Impor Sultra Agustus 2021 Menurun 7 Persen, Bulan Juli Meningkat Berikut Rinciannya
Ardiana menambahkan, pihak keluarga menolak autopsi.
Kedua korban bakal dimakamkan besok hari.
"Pihak keluarga dan pemerintah setempat menolak dilakukan autopsi dan rencana pemakaman akan dilaksanakan besok hari atas kesepakatan pihak keluarga," jelasnya.
Berikut TribunnewsSultra.com merangkum fakta-fakta anak dan ayah di Konawe disambar petir:
1. Buruh Angkut Gabah
Kedua korban disambar perir di Konawe ternyata berprofesi sebagai buruh angkut gabah.
Saat keduanya tengah bekerja hari itu, tiba-tiba turun hujan deras.
Ayah dan anak lalu memutuskan berteduh sejenak di pondok sawah.
Baca juga: Wisata Religi Masjid 2 Lantai Jami Al Falah Kendari, Sambil Melihat Bundaran Pesawat Tempur
Baca juga: Gubernur Gorontalo Ceramahi Mensos Risma, Minta Presiden Jokowi Evaluasi: Contoh Tidak Baik
"Saat turun hujan disertai petir, kedua korban langsung beristirahat sejenak di gubuk milik pak Made Rame," terang Adriana.
Setelah itu, tak ada siapa lagi yang mengetahui aktivitas kedua korban di tengah hujan mengguyur.
Hanya saja digambarkan warga setempat, hari itu turun hujan deras disertai kilatan petir seolah menyambar hingga ke tanah.
2. Korban Terpental
Kedua korban ditemukan oleh seorang warga yang juga saksi mata bernama Sumardin.
Ia merupakan warga yang menyaksikan didetik-detik petir menyambar menyambar tengah guyuran hujan.
Bukan itu saja, Kapolsek Tonggauna menjelaskan, Sumardin sudah berfirasat akan terjadi hal tak terduga pada kedua korban.
Ia kemudian memastikan, tenyata menemukan korban sudah tak benyawa.
Diduga M sampai terpental karena tersambar petir.

Pasalnya, saksi menemukan mayat M berada jauh dari pondok.
Sementara mayat B ditemukan dalam kondisi terduduk.
Pakaian yang dikenakan B - pada bagian pinggul - tampak gosong.
3. Prakiraan Waktu Disambar Petir
Menurut Kapolsek Andriana, hujan deras beserta petir mulai turun sekira pukul 15:00 WITA.
Menurut keterangan saksi mata, korban saat itu memilih berteduh di gubuk sawah.
Sementara saksi mata pulang ke rumah.
Baca juga: Putra Wakatobi Jadi Petarung Dunia-Adryawan Darminta Wakil Indonesia di Kickboxing Championship 2021
Baca juga: Pemkot Kendari Pasang Lampu di 15 Titik Kelurahan Watulondo, Program Kendari Terang
Lalu setelah hujan redah, barulah ditemukan korban sudah tidak bernyawa.
"Sumardin langsung masuk ke lokasi sawah tersebut (TKP) dan saksi merasa curiga Sepertinya kedua korban kena petir," lanjutnya.
Merut Kapolsek Ardiman, korban baru dievakuasi sekira pukul 18:00 WITA.
4. Keluarga Histeris Tak Menduga
Warga akhirnya mengevakuasi ayah dan anak yang disambar petir itu.
Setibanya di rumah korban, keluarga langsung histeri karena tak menduga kejadian naas tersebut.
Pantauan wartawan, tangis pecah seketika melihat kedua korban tergeletak tak bernyawa.
Bahkan puluhan sanak saudara yang kaget, memenuhi rumah duka. (*)
(*/TribunnewsSultra.com)